Cerita Bobby Nasution Diperas Oknum Kajari di Sumut: Konsekuensi Kami Jadi Renggang!

Gambar Gravatar

Gubernur Sumut Bobby Nasution. (dok/istimewa)

InfraSumut.com – Medan. Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, mengungkapkan pengalamannya pernah hendak diperas oknum salam satu kepala kejaksaan Negeri (Kajari) di Sumut.

Saat itu, Bobby Nasution menjabat Wali Kota Medan. Ia harus bersitegang dengan oknum Kajari tersebut, hingga akhirnya hubungan Pemko Medan yang dipimpinnya dengan Kejari menjadi renggang.

Bacaan Lainnya

Pengalaman tersebut diceritakan Bobby Nasution pada Launching dan Penandatanganan Jaksa Sahabat Pendidik, di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro, Kota Medan, Selasa (6/10/2026).

Awalnya, cerita Bobby, oknum Kajari tersebut meminta uang kepada para kepala sekolah di bawah naungan Pemko Medan, dengan jumlah yang bervariasi.

“Saya ingat, Pak, totalnya ada yang 5 juta, ada yang 10 juta,” ujar Bobby.

Ia menceritakan, kasus itu terungkap setelah Kepala Dinas Pendidikan melapor kepadanya pada pagi hari bahwa ada sejumlah guru yang dimintai uang oleh oknum Kajari. Kebetulan, siang harinya ia dijadwalkan bertemu Kajati dalam sebuah kegiatan di Medan.

Tak menunggu lama, Bobby langsung menghubungi oknum Kajari lewat telepon. Ia menyebut oknum Kajari itu akan hadir dalam acara yang sama dengan Kajati.

Dalam percakapan tersebut, Bobby mengaku menawarkan agar uang yang diminta tidak dibebankan kepada kepala sekolah. Bobby bahkan menyatakan siap menyiapkan uang itu dan menyerahkannya langsung di hadapan Kajati.

“Kalau boleh saya siapkan sekarang,” kata Bobby menirukan ucapannya kepada sang kajari.

Ia lantas menyebut kepala sekolah akhirnya tidak jadi dimintai uang tersebut. Meski begitu, Bobby mengakui peristiwa itu berbuntut panjang. Hubungan Pemko Medan dengan salah satu Kejari di Sumut itu menjadi renggang.

Namun Bobby menolak merinci lebih jauh. Ia menegaskan tidak akan menyebut kejari mana yang dimaksud, dan juga tidak akan membuka tahun kejadiannya.

Dalam sambutan yang sama, Bobby menyebut Kajati sempat menanyakan apakah ada jaksa yang meminta-minta atau mengganggu kepala sekolah. Bobby menduga saat ini tidak ada. (bps)

Pos terkait