Alumni Teknik Sipil Nommensen Ngobrol Bareng Pengurus Yayasan, Bahas Sinergi Berkelanjutan

Gambar Gravatar

Para Alumni IKATEKSI UHN dan Pengurusan Yayasan UHN, Dekan Fakultas Teknik UHN, dalam silaturahmi bertajuk ‘ngobrol bareng’ di Hotel Le Polonia Medan, Kamis (18/9/2025). (dok/infrasumut)

InfraSumut.com – Medan. Ikatan Alumni Teknik Sipil (IKATEKSI) Universitas HKBP Nommensen (UHN) Medan, mengadakan silaturahmi bertajuk ‘ngobrol bareng’ dengan Pengurus Yayasan UHN, di Le Hotel Polonia, Jalan Jenderal Sudirman Medan, Kamis (18/9/2025).

Silaturahmi diawali dengan makan malam bersama dilanjutkan dengan diskusi membahas sinergi berkelanjutan, yang dipandu Ir Rikson Sibuea ST, yang juga Ketua IKATEKSI UHN Medan. Silaturahmi itu juga sekaligus menyongsong 50 Tahun Program Studi Teknik Sipil UHN Medan.

Bacaan Lainnya

Hadir Sekretaris Yayasan UHN, Pdt Dr Enig Sonata Aritonang, Divisi Administrasi Keuangan Lesman Pangaribuan SE MM dan Divisi Aset Dorlan Sitorus ST. Hadir juga Dekan Fakultas Teknik UHN Medan, Dr Ir Timbang Pangaribuan MT.

Ketua IKATEKSI UHN Medan, Rikson Sibuea (Angkatan 1992), mengatakan forum silaturahmi tersebut sengaja digelar dengan mengundang alumni lintas angkatan, untuk memupuk solidaritas di antara sesama alumni.

Forum itu juga untuk mengajak alumni meningkatkan kepedulian, mendorong sumbangsih maupun kontribusi ide, pemikiran dan hal lainnya untuk universitas, Prodi Teknik Sipil maupun sesama alumni IKATEKSI.

“Kalau tidak kita ya siapa lagi. Kalau bukan sekarang, ya kapan lagi. Karena itu abang, kakak, dan seluruh rekan alumni, mari bergandengan tangan untuk kampus Nommensen, untuk Teknik Sipil kita,” ujar Rikson.

Para alumni lintas angkatan mulai dari Angkatan I Tahun 1975, bergantian menyampaikan saran, masukan dan bahkan kritikan kepada pengurus yayasan, yang juga menjadi atensi dekan.

Di antaranya Farial (1976), yang menekankan pentingnya penguatan kerja sama dan saling tukar informasi, ilmu dan pengalaman antara alumni IKATEKSI dengan universitas.

“Ini yang saya kira perlu perhatian, termasuk dengan terus melengkapi ataupun meng-update peralatan atau uji praktek di laboratorium,” ujar Farial.

Kemudian Sebastian Silitonga (1976), yang menyarankan agar sinergi alumni IKATEKSI dan Program Studi Teknik Sipil UHN terus dioptimalkan. “Jangan sampai terputus, kita ini sama-sama aset untuk memajukan kampus,” ujarnya.

Ia juga menyoroti harus lebih maksimalnya peran universitas dalam pengembangan Prodi Teknik Sipil. “Kami memandang ada komunikasi yang perlu ditingkatkan antara rektorat dengan Teknik Sipil,” sambungnya.

Begitu juga dengan Petrus K (1978), yang meminta agar rektorat semakin memberdayakan alumni dalam pengembangan universitas, secara khusus Prodi Teknik Sipil.

“Di sini banyak ahli, praktisi, dan juga pelaku usaha. Kalau usul saya mari berdayakan kita semua. Dan bukan tidak mungkin juga kita bentuk semacam konsorsium,” tambahnya.

Kemudian Junjungan Pasaribu (1976), menegaskan Kampus Nommensen, terkhusus Prodi Teknik Sipil, adalah tak ubahnya ibu pertiwi bagi para alumni.

Karena itu, ia menekankan segala cara harus dilakukan universitas, yayasan bersama alumni, untuk semakin majunya Prodi Teknik Sipil UHN.

Bahkan Indra Sakti Batubara (1989), mengingatkan jangan sampai Prodi Teknik Sipil tutup hanya karena kelalain bersama. Untuk itu, ia berharap keseriusan para pemangku menunjukkan kontribusi nyata.

“Saya memang tidak yakin ini (tutup), tapi bukan tidak mungkin hal itu terjadi. Ia mencontohkan adanya universitas kenamaan yang terpaksa tutup di Sumut. Saya tak bisa membayangkan bagaimana perasaan para alumninya,” ujarnya.

Oberlin Simanjuntak (1989), yang juga Dosen di Prodi Teknik Sipil UHN, juga menyerukan perlunya aksi nyata bagi almamater. Ia menceritakan bahwa usulan-usulan telah disampaikan ke universitas, untuk meningkatkan daya saing Fakultas Teknik, khususnya Teknik Sipil.

Sementara itu Sekretaris Yayasan UHN, Pdt Dr Enig Sonata Aritonang, didampingi sejumlah pengurus yang hadir, mengatakan telah mencatat saran, masukan bahkan kritikan dari para alumni Teknik Sipil.

“Saya justru senang ini forum seperti ini. Makanya kami hadir ini untuk menerima masukan, bahkan kritikan, yang menurut kami menjadi bahan bagi kami untuk sama-sama membenahi universitas,” ujar Pendeta Enig.

Lebih lanjut Pendeta Enig mengatakan segala usulan akan disampaikan dalam rapat pengurus yayasan. “Kalau untuk masukan ke universitas, ke rektor, itu bisalah, tak usah khawatir. Yang penting bagaimana ini masukan ini kita terjemahkan menjadi program dan didukung dengan anggaran,” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua IKATEKSI UHN Rikson Sibuea, juga mengundang para alumni untuk kegiatan seminar dalam rangka 50 Tahun Prodi Teknik Sipil UHN dan 71 Tahun Dies Natalis UHN Medan, Sabtu (27/9/2025) di Ruang Perpustakaan UHN, Jalan Sutomo Medan. (bps)

Pos terkait