Polda Sumut dipimpin Kapolda yang baru saat ini didesak mengusut tuntas dugaan korupsi Dewas BUMD di Sumut berinisial FS. (dok/istimewa)
InfraSumut.com – Medan. Kapolda Sumatera Utara yang baru menjabat, Irjen Pol Sonny Irawan, diharapkan dengan semangat baru dapat bekerja cepat untuk mendukung visi-misi Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto dalam menuntaskan sejumlah permasalahan yang ada di daerah.
Satu di antaranya, dugaan korupsi yang diduga terjadi di Pemerintahan Provinsi Sumatera Utara saat ini tengah ditangani oleh Polisi.
Dugaan korupsi ini diduga menyeret seorang pejabat yang bertugas sebagai dewan pengawas pada BUMD Pemprov Sumut. Dewas ini diketahui berinisial FS, yang tengah diperiksa oleh Polda terkait dugaan korupsi.
“Pak Kapolda Sumut yang baru kami harapkan dapat bertindak tegas mengikuti arahan dari Pak Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto, di mana mengungkapkan sejumlah kasus yang belum terselesaikan, termasuk dugaan korupsi,” kata Indra, mahasiswa plat merah di Kota Medan, Sabtu (10/10/2026).
Pada kasus ini, FS diduga terlibat sebagai pengantin dalam proyek pemasangan palang pintu pada jalur perkeretaapian di sejumlah daerah.
Polda Sumut, diketahui juga telah melakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan. FS diduga bisa mendapatkan proyek, karena kedekatannya dengan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution.
FS dekat dengan Gubernur Sumatera Utara, sejak Bobby Nasution menjabat sebagai Wali Kota Medan.
“Jangan sampai hukum ini loyo ke atas tapi luar biasa penanganannya bagi kalangan kelas bawah. Hukum itu harus tegak pada keadilan, tidak memandang siapa pihak yang tersandung masalah hukum,” katanya.
Untuk itu, dirinya mendesak Polda Sumut segera mengumumkan ke publik mengenai penyelidikan dugaan korupsi yang diduga melibatkan Dewas FS. Apalagi, dalam hal ini dugaan korupsi terhadap proyek tersebut mencapai ratusan juta.
“Saya yakin, Pak Kapolda Sumut Irjen Sonny Irawan sangat dekat dengan rakyat dan sangat mengedepankan profesionalitas dalam bekerja. Masalah dugaan korupsi juga tidak luput dari perhatiannya,” ucapnya.
Seorang sumber yang ditemui awak media mengatakan, Dewan Pengawas BUMD FS telah diperiksa oleh Polda Sumut. Pemeriksaan dikatakannya, sudah berlangsung beberapa bulan terakhir.
“Sudah diperiksa oleh Polda Sumut terkait dengan dugaan korupsi pada Dishub, proyek ini berkaitan dengan perkeretaapian di Sumatera Utara,” kata Sumber.
Secara detail, Sumber tidak mengetahui secara jelas, berapa anggaran dan judul pekerjaan pada proyek tersebut. “Kalau anggaran belum tau detail sama kerjaannya apa,” ucapnya.
Kemudian, awak media mencoba untuk mendalami judul pada proyek yang diduga dikorupsi oleh FS. Ditemukan proyek pemasangan palang pintu pada lintasan kereta api yang dianggarkan oleh Dinas Perhubungan Sumut.
Nilai proyek pemasangan palang pintu kereta api ini mencapai Rp 3 miliar lebih. Kemudian, ditemukan pula kesalahan input pada proses tender proyek ini. (bps)





