Bobby Nasution Bakal Perbaiki 152 Km Jalan Rusak di Sumut Tahun 2026

Gambar Gravatar

Kadis PUPR Sumut Hendra Dermawan Siregar dan Kabid Perencanaan Harry Rizal Hasibuan memberi keterangan dalam temu pers, Rabu (28/1/2026). (dok/infrasumut)

InfraSumut.com – Medan. Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memprogramkan pembangunan jalan rusak sepanjang 152 km di Sumut tahun 2026.

Dengan terlaksananya nanti pembangunan 152,44 km jalan rusak tersebut, maka akan menambah jumlah ruas jalan mantap Sumut menjadi 79,17% di tahun 2026.

Bacaan Lainnya

Hal tersebut disampaikan Kadis PUPR Sumut Hendra Dermawan Siregar melalui Kepala Bidang Perencanaan Harry Rizal Hasibuan, dalam temu pers, di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro, Kota Medan, Rabu (28/1/2026).

“Panjang total yang kita harapkan sekitar 152,44 km, yang kita harapkan nanti jalan mantap menjadi 79,17 persen dari total 3.005 km total panjang jalan Sumatera Utara,” ujar Rizal.

Dikatakan Rizal, Dinas PUPR Sumut akan mengupayakan pembangunan jalan mantap sampai total 88% hingga akhir masa jabatan Gubernur Bobby Nasution tahun 2029.

“Jadi masih ada untuk menuju kemantapan 20,83 persen lagi, yang kita harapkan nanti sampai ke masa akhir jabatan pak gubernur itu 88 persen,” jelas Rizal.

Jika jalan rusak sepanjang 152,44 km itu berhasil dibangun tahun 2026, maka masih ada sekitar 9 persen lagi atau 270 km panjang jalan rusak yang diprogramkan untuk diperbaiki.

“Sekarang per 1 km itu membutuhkan sekitar Rp6 km, kalau dikalikan itu 270 km, berarti masih butuh dana kita sekitar 1,7 triliun lagi. Itulah yang akan kita bagi nanti dengan Bappelitbang untuk beberapa tahun anggaran lagi untuk menuju 88 persen jalan mantap Sumut,” sambungnya.

Lebih lanjut Rizal mengungkapkan anggaran kebinamargaan tahun 2026 sebesar Rp690 miliar. Anggaran ini akan dialokasikan di beberapa kabupaten/kota, di antaranya Langkat, Binjai sampai ke Tapsel Nias. “Namun minus Padanglawas,” ujarnya.

Beberapa ruas jalan rusak yang akan ditangani tahun ini, seperti jalan rusak di kawasan Sipiongot, Kabupaten Padanglawas Utara (Paluta).

Kemudian pembangunan jalan rusak di daerah-daerah terdampak bencana, seperti di Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Sibolga, dan Humbang Hasundutan. (bps)

Pos terkait