Ketua Demokrat Sumut Lokot Nasution memastikan maju lagi menjadi calon ketua untuk dua periode. (dok/istimewa)
InfraSumut.com – Medan. Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Sumatera Utara, Lokot Nasution, menyebutkan tidak lama lagi partainya akan menggelar musyawarah daerah (Musda).
Rencananya Musda tersebut akan digelar pada bulan November 2026. Jadwal tersebut sudah diusulkan kepada Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono.
Hal tersebut disampaikan Lokot Nasution, yang juga Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, dalam bincang media di Medan, Selasa (3/11/2026) malam.
Dalam Musda Demokrat tersebut, Lokot Nasution menegaskan kesiapannya maju lagi menahkodai partai untuk periode kedua.
Lokot Nasution menyebut perjuangan bagi pembangunan maupun untuk partai di Sumut, belum maksimal dan masih tanggung. “Maju, maju bang,” ujar Lokot Nasution menjawab wartawan dalam bincang media di Medan,
Menurut Lokot, dirinya sudah mengantongi dukungan dari DPC-DPC yang ada di Sumut. “Kalau dukungan pasti kita punya dan maksimal di situ,” tegasnya.
Namun ia tidak ingin jumawa. Sebab mekanisme pemilihan ketua di partainya, berlandaskan prinsip demokrasi. “Namanya Partai Demokrat bang, jadi menjalankan apapun harus berlandaskan demokrasi yang benar,” jelasnya.
Di Partai Demokrat, lanjut Lokot, siapapun sosok yang mau maju, dipersilakan. Namun dipastikan harus sesuai dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga.
“Keputusan itu adalah di ketua umum. Makanya pertanyaan abang maju atau tidak, aku akan maju. Aku punya dukungan maksinal DPC, tetapi aku harus menunjukkan performa terbaikku untuk dilihat oleh Ketum AHY pantas untuk memimpin (Demokrat) Sumatera Utara lagi,” jelas Lokot.
Ia mengungkap alasan kembali maju memimpin Demokrat Sumut, di antaranya untuk menyukseskan agenda nasional Partai Demokrat di Sumut.
“Yang pertama tentu saja ada agenda nasional kami Partai Demokrat, yang entah kenapa aku yakin bisa memenangkan agenda itu di Sumatera Utara,” ujar Lokot.
Alasan lain adalah karena masih merasa belum berbuat banyak di Sumut. Hal itu tidak terlepas dari aksi pembajakan partai yang dilakukan Moeldoko cs, yang juga mempengaruhi arah perjuangan partai di Sumut. Ia mengenang betapa sulitnya perjuangan partai saat itu.
“Yang kedua aku merasa belum berbuat banyak. Dasarnya ada bang. Baru aja kami jadi Ketua DPD Demokrat Sumut, ada Moeldoko pada ketika itu, bertahun-tahun sampai putusan PK-nya itu di 2023. Itupun menyebabkan banyak orang yang ragu ke Demokrat. Banyak calon-calon potensial keluar,” sambungnya.
Ia tidak menampik banyak kritikan ditujukan kepadanya selama memimpin Demokrat Sumut di periode kepemimpinannya. Namun ia menganggap hal tersebut sebagai hal yang biasa dalam politik.
Namun selaku kader partai dan juga wakil rakyat, ia mengatakan telah melakukan banyak hal bagi kepentingan masyarakat Sumut.
Di antanya lewat program inpres jalan desa, program irigasi, program bedah rumah, hingga sekolah rakyat, termasuk dalam percepatan penanganan bencana di Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan. (bps)





