Bobby Nasution Didesak Copot Orang Dekatnya Inisial FS Dewas BUMD, Diduga Korupsi Proyek di Dishub Sumut

Gambar Gravatar

Aksi demo mendesak Gubernur Sumut Bobby Nasution mencopot Dewasa BUMD insial FS, Jumat (6/11/2026). (dok/istimewa)

InfraSumut.com – Medan. Sekelompok mahasiswa menggeruduk kantor Gubernur Sumatera Utara, di Jalan Pangeran Diponegoro, Kota Medan, Jumat (6/11/2026).

Kedatangan mahasiswa untuk melakukan unjuk rasa di kantor Gubernur Sumatera Utara. Massa aksi mendesak Gubernur Sumut, Bobby Nasution untuk mencopot Dewan Pengawas (Dewas) Aneka Industri dan Jasa berinisial FS.

Bacaan Lainnya

FS diduga terlibat dalam politik praktis pengaturan proyek di Kantor Gubernur Sumut. Dugaannya, FS memanfaatkan kesempatan dengan kedekatannya dengan Bobby Nasution untuk mendapat sejumlah proyek.

Tak tanggung-tanggung, proyek yang didapat diduga hampir seluruh dinas di bawah kendali Pemprov Sumut. Satu di antaranya, proyek pemasangan palang pintu rel kereta api pada Dinas Perhubungan (Dishub) Sumut.

Dalam hal ini, Polda Sumut telah melakukan penyelidikan terhadap dugaan korupsi proyek pemasangan palang pintu senilai Rp 3 miliar lebih.

“Kami mendesak agar Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution untuk mengevaluasi dan mencopot FS, diduga bermain dalam kesempatan untuk mencari kekayaan dengan memanfaatkan keadaannya,” kata Koordinator Aksi Front Intelektual Mahasiswa Sumatera Utara (FIMSU), Farhan Abror.

Baca berita selengkapnya di InfraSumut.com, klik di bio

#bobbynasution #korupsi #fs #dewasbumd #infrasumut

Ia mengatakan, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution harus bersikap tegas terhadap jajarannya, jangan hanya berani dalam berkata-kata, namun tindakan belum teruji.

“Apalagi, FS telah tersandung dalam kasus dugaan korupsi yang telah diperiksa oleh Polda Sumut. Sampai sekarang belum ada tindak lanjut dari Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution untuk menertibkan jajarannya yang diduga terlibat dalam politik praktis pengaturan proyek,” ucap dia.

Sejauh ini, kata Farhan, Polda Sumut telah melakukan pemeriksaan terhadap dugaan korupsi proyek pemasangan palang pintu kereta api.

“Kami mendesak Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution untuk segera mengevaluasi FS yang diduga mengemis-ngemis proyek pada dinas-dinas dengan memanfaatkan hubungannya terhadap Gubernur Sumatera Utara,” jelasnya.

Jika dalam hal ini, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution tidak mengambil tindakan tegas terhadap FS, pihaknya akan melakukan aksi besar-besaran.

“Kalau dibiarkan begini terus, mau jadi apa Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, jangan sampai rakyat turun ke jalan dan menyatakan tidak percaya dengan Gubernur Sumatera Utara, karena tidak bisa menertibkan jajarannya karena bermain proyek,” ujarnya.

Sebelumnya, Polda Sumut akan menindaklanjuti pemeriksaan dugaan korupsi yang terjadi di Pemerintahan Provinsi Sumatera Utara. Dalam hal ini, Polda Sumut akan melakukan pengecekan terhadap proses pemeriksaan terhadap dugaan korupsi proyek pemasangan palang pintu pada jalur kereta api.

“Akan kita cek dulu, apakah kasus ini sudah ditangani,” kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Ferry Walintukan, Senin (26/10/2026).

Pada kasus ini, Dewan Pengawas BUMD Pemprov Sumut, berinisial FS diduga sebagai pihak yang mengerjakan proyek pemasangan palang pintu pada jalur kereta api senilai Rp 3 miliar lebih.

“kalau memang tidak yang tangani, akan kita cek dulu bukti-bukti terkait tindak pidana korupsi,” katanya.

Sejauh ini, kata Ferry Polda Sumut tidak akan diam untuk melakukan tindak lanjut terhadap dugaan perkara korupsi. “Kalau ada bukti sudah dapat, kita akan proses,” jelasnya. (bps)

Pos terkait