Ijeck Ajak Masyarakat Aktif Mendonor Karena Kebutuhan Darah Meningkat

Gambar Gravatar

Masyarakat mengikuti donor darah di PMI Kota Medan. (dok/istimewa)

InfraSumut.com – Medan. Stok darah harus dijaga selama bulan suci Ramadan dan Idulfitri 1447 H. Sebab di masa itu, kebutuhan darah tergolong tinggi. Karena itu, masyarakat diajak untuk aktif mendonorkan darah.

“Kami mengajak masyarakat mari sama-sama aktif mendonorkan darah kita agar kebutuhan darah tetap terjaga,” ujar Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Medan, Musa Rajekshah, di Medan, Rabu (4/3/2026).

Bacaan Lainnya

Ijeck, sapaan akrab Musa Rajekshah mengatakan, kebutuhan darah di Kota Medan tidak pernah berhenti, bahkan cenderung meningkat menjelang Lebaran. Sementara itu, jumlah pendonor biasanya mengalami penurunan karena sebagian masyarakat memilih menunda donor saat berpuasa.

“Kami mengajak seluruh masyarakat Kota Medan untuk tidak ragu mendonorkan darahnya di bulan Ramadan. Donor darah tidak membatalkan puasa dan justru menjadi bentuk kepedulian serta amal kemanusiaan yang sangat mulia,” kata dia.

Sebagai bentuk apresiasi dan dukungan kepada para pendonor, PMI Kota Medan memberikan beras 5 kg kepada seluruh pendonor yang berhasil mendonorkan darahnya pada tanggal 4 Maret 2026.

“Pemberian beras ini bukanlah bentuk imbalan, melainkan apresiasi dan ungkapan terima kasih kami kepada para pendonor yang telah membantu sesama. Kami berharap langkah ini dapat mendorong semangat gotong royong dan kepedulian sosial di tengah masyarakat,” tambahnya.

Disampaikan Ijeck lagi, tujuan utama kegiatan ini adalah memastikan stok darah di Kota Medan tetap aman dan mencukupi hingga setelah masa libur Idulfitri, sehingga pelayanan bagi pasien di rumah sakit tidak terganggu.

PMI Kota Medan memastikan seluruh proses donor darah dilaksanakan sesuai standar keamanan dan kesehatan, serta tenaga medis akan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu untuk memastikan kondisi pendonor tetap prima.

Di akhir pesannya, Ijeck berharap masyarakat menjadikan donor darah sebagai bagian dari gaya hidup sehat dan budaya tolong-menolong.

“Kami berharap masyarakat Kota Medan tetap konsisten mendonorkan darahnya, tidak hanya saat Ramadan, tetapi juga secara rutin. Setetes darah yang kita berikan sangat berarti bagi keselamatan nyawa orang lain,” tutupnya. (bps)

Pos terkait