Musa Rajekshah membantah pernyataan Ahmad Doli Kurnia Tanjung. (dok/infrasumut)
InfraSumut.com – Medan. Baru saja menjabat sebagai Plt Ketua DPD Partai Golkar Sumatera Utara, Ahmad Doli Kurnia Tandjung disebut telah mengembangkan narasi-narasi yang tidak berdasar.
Oleh Ketua DPD Partai Golkar Sumut periode 2020-2025, Musa Rajekshah atau yang akrab disapa Ijeck, membantah pernyataan-pernyataan Doli Kurnia.
Ijeck menilai narasi-narasi yang dikembangkan Doli Kurnia terhadap dirinya maupun selama kepemimpinannya di Golkar Sumut, berpotensi menyesatkan publik. Hal tersebut disampaikan Ijeck, Jumat (26/12/2025).
Pernyataan yang dibantah, di antaranya terkait Doli beberapa hari lalu yang mengaku telah menjalin komunikasi dengan Ijeck terkait dinamika internal partai.
Ijeck menegaskan tidak pernah berkomunikasi terkait hal apapun dengan Doli Kurnia setelah menjabat Plt Ketua Golkar Sumut, baik soal kepengurusan ataupun persiapan Musyawarah Daerah (Musda) XI Golkar Sumut.
Kedua terkait pernyataan Doli Kurnia soal tidak terakomodirnya kader di kepemimpinan Ijeck. Menurut Ijeck, pernyataan itu sama sekali tidak berdasar.
Lantas Ijeck bertanya kader mana yang tidak terakomodir. “Sebenarnya yang mana yang tidak terakomodir? Jumlah pengurus DPD Golkar Sumut periode saya mencapai sekitar 200 orang dan itu yang terbanyak,” katanya.
Dijelaskan Ijeck, justru selama periode kepemimpinannya, jumlah kader Golkar Sumut meningkat signifikan. Berdasarkan data internal, jumlah kader yang hanya 44.407 pada 2017, meningkat drastis menjadi 241.273 pada 2023.
“Lalu apakah sebanyak itu semuanya harus diakomodir dalam struktur? Itu tidak mungkin secara organisasi,” jelas Ijeck.
Ketiga, soal Doli Kurnia yang menyatakan terjadinya konflik internal di Golkar Sumut. Dikatakan Ijeck, di mana-mana kepengurusan partai politik mengalami dinamika, termasuk di Golkar Sumut.
Namun Ijeck menegaskan selama kepemimpinannya, semua pengurus solid dan keutuhan partai tetap dikedepankan. Artinya kepengurusan Golkar Sumut baik-baik saja.
“Selama saya memimpin tidak pernah ada kader yang bertengkar atau pecah. Kami justru menjaga nama baik partai, bukan membuat opini yang tidak benar,” ujarnya.
Lebih lanjut Ijeck menegaskan telah menerima keputusan DPP Golkar terkait penunjukan Plt Ketua DPD Golkar Sumut. Namun ia merasa perlu memberi klarifikasi agar publik tidak salah menilai kondisi partai.
“Saya terima keputusan DPP dengan lapang dada. Tapi penting saya sampaikan bahwa Golkar Sumut tidak dalam kondisi darurat. Hanya berbeda pandangan mengenai cara menjaga soliditas,” kata Wakil Gubernur Sumut 2018–2023 itu.
Ijeck juga menyinggung capaian Golkar Sumut pada Pemilu 2024. Di bawah kepemimpinannya, suara Golkar Sumut mencapai 1.377.466 suara. Jumlah kursi DPR RI dari dapil Sumut meningkat dari 4 menjadi 8, DPRD Sumut dari 15 menjadi 22 kursi, serta kursi DPRD kabupaten/kota naik dari 184 menjadi 208.
Pada Pilkada 2024, Golkar Sumut juga mengklaim berhasil melampaui target DPP, yakni meraih sekitar 64% kemenangan dari target 60%. Selain itu, Golkar Sumut turut all out mendukung kemenangan pasangan Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka pada Pilpres 2024.
Dengan berbagai capaian tersebut, Ijeck menegaskan bahwa narasi tidaka mengakomodir dan kegaduhan internal tidak sesuai dengan fakta di lapangan.
“Kader Golkar Sumut itu banyak dan tetap solid. Jadi janganlah sesatkan publik. Tidak ada kondisi darurat, Golkar Sumut baik-baik saja selama kepemimpinan kami di 2020-2025,” pungkas Ijeck. (bps)





