Minus Hendri Yanto, Ini Lima Kader Dinilai Layak Pimpin Golkar Sumut

Gambar Gravatar

Politikus Senior Partai Golkar Hardi Mulyono Surbakti menilai Hendri Yanto Sitorus tidak layak memimpin Golkar Sumut. (dok/infrasumut)

InfraSumut.com – Medan. Minus Hendri Yanto, Politikus Senior Partai Golkar Hardi Mulyono Surbakti menilai ada lima sosok yang dinilai layak memimpin DPD Partai Golkar Sumatera Utara.

Mereka adalah Irham Buana Nasution, Rolel Harahap, Yasir Ridho Lubis, Andar Amin Harahap dan tokoh muda Golkar Rahmadianshah.

Bacaan Lainnya

“Kalau Hendri Yanto Sitorus, waduh nggak usahlah memaksakan diri,” ujar Hardi Mulyono di Medan, Sabtu (27/12/2025).

Adapun Hendri Yanto Sitorus, Ketua Golkar Labuhanbatu Utara, digadang-gadang maju mencalonkan diri sebagai Ketua Golkar Sumut dalam Musda XI Golkar Sumut.

Hendri Yanto didukung setidaknya dua DPD. Nama Hendri Yanto kemudian muncul lagi setelah Ahmad Doli Kurnia Tandjung menjadi Plt Ketua Golkar Sumut.

Namun menurut Hardi Mulyono, Hendri Yanto Sitorus tidak akan sanggup memimpin DPD Golkar Sumut. Sebab banyak kader yang harus diakomodir.

Ia mengingatkan memimpin DPD Golkar Sumut tidak akan sama dengan memimpin Kabupaten Labuhanbatu Utara. “Dari berbagi aspek, anak Buyung Sitorus itu sangat tidak layak memimpin Golkar Sumut,” kata Hardi Mulyono.

Apalagi, kata Hardi, sejumlah masalah terjadi di Kabupaten Labuhanbatu Utara yang dipimpin oleh Hendri Yanto Sitorus selaku Bupati. Di antaranya dugaan korupsi dan permasalahan seperti pungutan liar menerpa Kabupaten Labuhanbatu Utara.

Saat ini kegaduhan di tubuh Partai Golkar Sumut seusai Musa Rajekshah (Ijeck) dicopot sebagai Ketua DPD Golkar Sumut tanpa alasan jelas, masih terus berlanjut.

Disebutkan Hardi Mulyono, jika pergantian jabatan Ketua Golkar Sumut itu adalah untuk kepentingan masa depan partai, serta mendukung kebijakan Gubernur Sumut Bobby Nasution.

Hardi mengingatkan, Golkar Sumut tetap bisa menjadi partai besar dan diperhitungkan, karena selama ini dipimpin oleh sosok dengan ketokohannya yang sudah teruji.

Beberapa nama besar yang pernah memimpin Golkar Sumut diantaranya adalah Mudyono, Effendi Ritonga, Yunus Harahap, Ali Umry, Syamsul Arifin, Ajib Shah, Ngogesa Sitepu dan Ijeck.

“Jelaslah, anak Buyung Sitorus yang disiapkan menggantikan Ijeck, sangat beda kualitas dengan nama-nama tokoh yang pernah memimpin Golkar Sumut,” ujarnya.

Karenanya, Hardi Mulyono mendesak DPP Golkar agar Musda Sumut yang akan dilaksanakan pada awal tahun 2026, membuka peluang bagi kader-kader terbaik untuk mencalonkan diri.

Hardi pun berharap, musda Golkar kali ini merupakan tantangan bagi kelima kader terbaik Golkar Sumut tersebut.“Ini kesempatan bagi kader terbaik Golkar Sumut untuk maju sebagai Ketua DPD Sumut.”

Berkaitan dengan kegaduhan dan keresahan di tubuh Golkar Sumut, Hardi Mulyono juga mengingatkan Plt Ketua DPD Ahmad Doli Kurnia Tanjung untuk tidak menciptakan kondisi yang membuat perpecahan kader.

“Laksanakan saja tugas yang diberikan DPP kepada anda di Sumut. Tak perlu melontarkan pernyataan-pernyataan bohong dan menyesatkan, yang malah bisa menambah kegaduhan yang sudah ada,” pinta Hardi.

Hardi menambahkan, Ijeck telah menerima atas pencopotan dirinya sebagai Ketua Golkar Sumut, meski hal tersebut tidak pernah dibicarakan DPP dengannya.

Sikap legowo Ijeck itu, artinya dia telah berupaya agar pencopotannya tidak menimbulkan kegaduhan berkepanjangan. “Mestinya, Doli tidak perlu lagi menimbulkan kegaduhan baru dengan menebar kebohongan. Itu sikap picik!,” katanya.

Hardi juga mempertanyakan peran dan kontribusi Doli Tanjung sebagai wakil rakyat Sumut di DPR-RI, baik untuk masyarakat maupun untuk Golkar Sumut. “Doli datang merasa bagaikan pahlawan di Golkar Sumut. Padahal, tak ada kontribusinya untuk partai selama ini,” jelasnya. (bps)

Pos terkait