Tenaga Penggerak Ketahanan Desa (TPKD) Provinsi Sumut menggelar Studi Ketahanan Desa (SKD) di Kantor BPSDM Sumut, Jumat (10/10/2025). (istimewa)
InfraSumut.com – Medan. Tenaga Penggerak Ketahanan Desa (TPKD) Provinsi Sumatera Utara sukses menyelenggarakan Studi Ketahanan Desa (SKD) sebagai langkah strategis memperkuat peran desa dalam menjaga Ketahanan Nasional.
Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari dua malam dengan mengusung tema besar “Ketahanan Desa untuk Ketahanan Nasional”, di Kantor BPSDM Sumut, Jumat (10/10/2025).
Acara pembukaan dihadiri 648 peserta dari berbagai kabupaten/kota di Sumut dan dibuka secara resmi oleh Gubernur Sumatera Utara melalui Kepala Dinas PMD Dukcapil, Parlindungan Pane SH MSi.
Sementara itu, 63 peserta inti terpilih mengikuti seluruh rangkaian kelas SKD yang difokuskan untuk mencetak calon pemimpin masyarakat desa yang tangguh, ideologis, dan berwawasan kebangsaan.
Ketua TPKD Sumut, Kristianus Dachi, menegaskan bahwa desa memiliki posisi strategis dalam menjaga stabilitas dan ketahanan bangsa.
“Membangun ketahanan nasional harus dimulai dari desa. Desa adalah benteng pertama negara. Bila desa kuat, bangsa tidak mudah goyah oleh krisis apa pun. Melalui SKD ini, kita ingin melahirkan pemimpin desa yang bukan hanya paham tata kelola, tapi juga memiliki kesadaran ideologis dan tanggung jawab kebangsaan,” ujarnya.
Mewakili Gubernur Sumut, Kadis PMD Dukcapil Parlindungan Pane menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif TPKD dalam menginisiasi kelas Ketahanan Desa ini.
“Pemerintah provinsi mendukung penuh langkah strategis TPKD. Ini sejalan dengan visi nasional Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pembangunan dimulai dari desa. Ketahanan nasional tidak dibangun dari pusat saja, tetapi bertumpu pada rakyat di desa. Desa kuat, negara berdaulat,” tegasnya.
Program SKD ini melibatkan berbagai kegiatan seperti seminar kebangsaan, pelatihan kepemimpinan desa, simulasi ketahanan sosial-ekonomi, bela negara, serta penguatan karakter pemimpin.
Melalui pendekatan komprehensif tersebut, peserta dibekali dengan kemampuan analisis, ketangguhan ideologis, serta semangat pengabdian kepada masyarakat desa.
Ketua TPKD Sumut Kristianus Dachi.
menambahkan, ke depan penguatan ketahanan desa akan menjadi agenda permanen dalam membangun kemandirian dan kedaulatan bangsa.
“Desa bukan objek pembangunan, desa adalah subjek perubahan. Ketahanan nasional lahir dari desa-desa yang berdikari,” pungkasnya.
Dengan terselenggaranya Study Ketahanan Desa (SKD) ini, TPKD Sumut menegaskan komitmennya menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjalankan agenda pembangunan nasional dari akar rumput dari desa untuk Indonesia yang kuat, mandiri, dan berdaulat. (bps)





