32 Korban Keracunan MBG di Kabupaten Toba Masih Dirawat, Kadinkes: Mengeluh Nyeri di Perut

Gambar Gravatar

Siswa SMP di Toba korban keracunan makanan Program MBG dirawat di RS HKBP Balige. (istimewa)

InfraSumut.com – Medan. Puluhan siswa-siswi SMP Negeri 1 Laguboti, Kabupaten Toba diduga mengalami keracunan makanan dari makan bergizi gratis (MBG), sebagian besar sudah kembali normal atau sehat.

Berdasarkan data diperoleh dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Toba, tercatat 84 orang korban diduga keracunan MBG itu, termasuk dua karyawan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pardomuan Nauli.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Toba, Freddi Seventry Sibarani, menjelaskan ada sekitar 32 korban keracunan MBG itu dirawat, dengan perincian 11 orang di rawat inap di RSUD Porsea, 6 orang di Puskesmas Laguboti dan 15 orang di rawat di RS HKBP Balige.

“Kondisi terakhir pagi ini, sudah membaik hanya mengeluh sedikit nyeri di perut. Namun seluruhnya relatif stabil,” kata Freddi, saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (16/10/2025).

Freddi mengungkapkan kemungkinan puluhan siswa-siswi korban keracunan itu, bila terus membaik akan pulang hari ini juga, setelah mendapatkan izin dari dokter.

“Dan jika dimungkinkan dari hasil pemeriksaan dokter akan di pulangkan hari ini, jika keadaan sudah membaik,” jelas Freddi.

Freddi menjelaskan bahwa menu makanan MBG yang dikonsumsi mengakibatkan diduga keracunan itu, yakni ikan mujair asam manis, sayur pokcoy dan buah semangka.

“Dari laporan tim yang mengambil sampel makanan, diduga buah semangka agak berlendir. Seluruh sempel makanan dilakukan pengecekan di laboratorium,” kata Freddi.

Dari puluhan siswa-siswi SMP Negeri 1 Laguboti, beralamat di Jalan Ahmad Yani, Kabupaten Toba. Lanjut, Freddi mengatakan seluruh korban mengalami gejala mual, muntah, pusing, mulas, nyeri ulu hati dan sesak, setelah menerima memakan MBG tersebut.

“Saat ini sebagian sudah siswa yang sudah stabil dipulangkan dan yang masih belum stabil masih di observasi,” kata Freddi.

Freddi tidak membantah total siswa-siswi diduga mengalami keracunan MBG tersebut, berjumlah 84 orang, termasuk dua karyawan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pardomuan Nauli.

“Iya benar (84 orang diduga jadi korban keracunan MBG itu),” kata Kadinkes Kabupaten Toba itu.

Berdasarkan data diperoleh Dinkes Kabupaten Toba, menyebutkan bawwa MBG itu, berasal dari SPPG Pardomuan Nauli, yang distribusikan MBG ke SMP Negeri 1 Laguboti.

Freddi mengungkapkan seluruh siswa diduga keracunan MBG tersebut, sudah ditangani dengan baik dan sudah berangsur membaik di sejumlah rumah sakit dan puskesmas di Kabupaten Toba.

Atas kejadian dugaan keracunan ini, Freddi mengungkapkan operasional SPPG Pardomuan Nauli, dihentikan sementara sembari dilakukan evaluasi dari tim Badan Gizi Nasional (BGN).

“Hasil koordinasi dengan perwakilan BGN di Kabupaten Toba, untuk sementara SPPG Pardomuan Nauli, yang mendistribusikan MBG ke SMP Negeri 1 Laguboti dinyatakan untuk sementara tidak operasional sampai ada evaluasi dari BGN,” ucap Freddi. (bps)

Pos terkait