Dosen dan Mahasiswa STIKes Sehat Medan Latih Masyarakat Sei Limbat Langkat Olah Kolang Kaling Jadi Pangan Nutrasetika

Gambar Gravatar

Mahasiswa STIKes Sehat Medan melaksanakan kegiatan PKM pelatihan pengembangan usaha pengolahan kolang kaling menjadi pangan nutrasetika di Desa Sei Limbat, Langkat Agustus 2026 lalu. (dok/istimewa)

InfraSumut.com – Medan. Mahasiswa Program Studi Farmasi berkolaborasi dengan Program Studi Keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Sehat Medan melakukan terobosan dalam upaya meningkatkan daya saing masyarakat desa.

Hal tersebut ditunjukkan dengan melaksanakan Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) bertajuk pelatihan pengembangan usaha pengolahan kolang kaling menjadi pangan nutrasetika di Desa Sei Limbat, Kabupaten Langkat sebagai kearifan lokal.

Bacaan Lainnya

PKM ini dilaksanakan pada 4 Agustus 2026 memanfaatkan hibah Kemendiktisaintek oleh Farah Dhiba SST SPd MKes (Dosen Prodi Farmasi STIKes Sehat Medan) sebagai Ketua Pelaksana dengan Anggota Sri Wahyuni (Dosen Prodi Keperawatan STIKes Sehat Medan), Yoan Dasawanti (Dosen Prodi Farmasi STIKes Sehat Medan), Ns Sri Wahyuni SKep MKep. Mahasiswa juga ikut membantu PKM, yakni Ardiyana Salsabilla dan Azni Zauria Siregar.

melalui skema program PKM oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia tahun 2026 dengan nomor kontrak: 204/C3/DT.05.00/PM/2026,187/SPK/LL1/AL.04.03/PM/2026.

Beberapa dosen yang terlibat dalam pelatihan tersebut, di antaranya Farah Dhiba SST SPd MKes (farmasi) sebagai ketua. kemudian Yoan Dasawanti SFarm MFarm (farmasi) dan Ns Sri Wahyuni Skep MKep (keperawatan). Mahasiswa juga ikut membantu PKM, yakni Ardiyana Salsabilla (farmasi) dan Azni Zauria Siregar (farmasi).

Untuk diketahui, mayoritas asmasyarakat di Desa Sei Limbat, Langkat bermata pencaharian sebagai petani, khususnya kolang-kaling. Kemudian sebagian lagi bekerja di pemerintahan dan karyawan.

Desa ini memiliki luas 1.037 hektar dengan penduduk 7.020 ribu jiwa dengan jarak 20 km dari Kampus STIKES Sehat Medan. Masyarakat desa memanfaatkan keberadaan pohon kolang kaling sebagai salah satu sumber penghasilan melalui berbagai macam produk inovasi seperti makanan dan minuman.

Awalnya Rusli, salah satu pengepul kolang kaling, bapak Rusli. Bapak ini telah menjadi pengepul kolang-kaling sejak 2010 (dengan nama usaha Pengepul kolang-kaling Desa Sei Limbat).

Bapak Rusli berprofesi sebagai pengepul kolang-kaling mempunyai anggota kerja sebanyak 12 orang, mereka terdiri dari 7 laki-laki dan 5 perempuan, mereka merupakan penduduk setempat.

Hasil panen kolang-kaling yang dijual ke bapak Rusli akan langsung diolah oleh anggota kerjanya. Mereka bekerja membakar, mengupas dan merendam kolang-kaling. Untuk dijual esok harinya ke pasar tradisional dan mendapatkan upah langsung dari pak Rusli sebagai pengepul.

Adapun tujuan dari PKM ini adalah mengembangkan usaha pengolahan kolang kaling menjadi produk pangan nutrasetika yang bernilai tambah tinggi, aman dan berdaya saing yang berbasis kearifan lokal di Desa Sei Limbat Kab Langkat.

Pada kelompok tani kolang-kaling akan diberikan pelatihan yang merupakan hasil implementasi dari sosialisasi yang telah diberikan sebelumnya, pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan petani kolang-kaling dalam mengolah kolang-kaling menjadi pangan nutrasetika yang bernilai jual tinggi.

Penerapan teknologi dengan memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada kelompok pengepul kolang-kaling mengenai Iptek yang akan diterapkan untuk pengembangan usaha pengolahan kolang-kaling melalui pembuatan tepung, penggunaan alat-alat pengeringan , manajemen pengolahan kolang-kaling, dan pemasaran yang dilakukan melalui e-Commerce.

Pendampingan dan evaluasi kegiatan PKM pada kelompok pengepul kolang-kaling yang pertama, mempersiapkan tempat pelatihan mengkoordinasikan peserta pelatihan, menyediakan kolang-kaling dan alat pengolahan dan melakukan praktek secara langsung dalam pelaksanaan pengabdian. Tim penyuluh melakukan pendampingan dan bimbingan dilaksanakan pada 6 Juli 2026, 20 Juli 2026 dan 4 Agustus 2026. (bps)

Pos terkait