Gubernur Sumut Bobby Nasution didesak mengevaluasi kinerja Kabiro Kesra Setdaprov Sumut Abu Kosim. (dok/istimewa)
InfraSumut.com – Medan. Kontingen Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Provinsi Sumatera Utara tahun 2026, sempat terlantar di Manokwari, Provinsi Papua Barat usai pelaksanaan Pesparawi Nasional, 18-28 Juni 2026.
Kondisi itu membuat peserta Pesparawi Sumut cemas dan dihantui ketidakpastian kepulangan. Selain itu mereka juga umumnya terlambat pulang ke Sumut dari jadwal sebelumnya.
Peserta beruntung karena Gubernur Sumut Bobby Nasution langsung merespon ketidakpastian tersebut. Ia menyiapkan extra flight untuk menjemput kepulangan peserta.
“Jadi solusinya, besok pagi mereka akan pulang. Kita siapkan penerbangan extra flight dari maskapai Lion Group, sehingga mereka bisa langsung terbang dari Papua ke Medan,” kata Bobby kepada wartawan di Kantor Gubernur Sumatera Utara, Jalan Pangeran Diponegoro, Kota Medan, Selasa (30/6/2026) sore.
Bobby mengatakan kepulangan Kontingen Pesparawi Sumut menjadi tanggung jawab Pemprov Sumut. “Pemprov Sumut akan menalangi kebutuhan tiket kepulangan mereka sehingga seluruh kontingen bisa pulang dengan aman dan nyaman,” kata Bobby.
Ketua Kontingan Pesparawi Sumut, yang juga Anggota DPRD Sumut, Berkat Laoly, merespon kebijakan Gubernur Bobby. Ia juga berterima kasih kepada Bobby.
Hal itu ia sampaikan lewat postingan di media sosial, Rabu (1/7/2026) saat menyambut kedatangan tim terakhir peserta Sumut di Bandara Kualanamu Internasional, Deli Serdang.
Namun sempat terlantarnya kontingen Pesparawi Sumut di Manokwari, menjadi perhatian publik menyusul viralnya kejadian itu di berbagai platform media sosial.
Gubernur Bobby Nasution pun secara tegas menyebut persoalan tersebut terjadi akibat kelalaian dalam pengelolaan administrasi perjalanan oleh Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdaprov Sumut yang dipimpin oleh Abu Kosim.
Menurut Bobby, jauh sebelum kontingen diberangkatkan ke Papua Barat, ia telah mengingatkan Kepala Biro Kesra Abu Kosim agar seluruh kebutuhan perjalanan, termasuk tiket kepulangan, dipastikan telah tersedia sehingga tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.
“Itu memang kesalahan dari Kesra. Sebelum mereka berangkat sebenarnya saya sudah mengingatkan saat audiensi agar tiket pulang dipersiapkan sejak awal,” tegas Bobby.
Ia menjelaskan, selain lemahnya perencanaan, anggaran yang disiapkan untuk kepulangan kontingen juga tidak lagi mencukupi setelah terjadi kenaikan harga tiket pesawat. Akibatnya, proses pembelian tiket tidak dapat dilakukan sesuai kebutuhan.
“Karena kita tahu anggaran yang mereka siapkan awalnya cukup, tetapi terjadi kenaikan harga tiket pesawat sehingga anggarannya tidak mencukupi,” ujarnya.
Menurut Ridho, seorang aktivitas alumni salah satu perguruan tinggi negeri di Sumut, menyesalkan terjadinya masalah kepulangan Kontingen Sumut. Ia mengatakan masalah tersebut seharusnya tidak terjadi andaikan Biro Kesra sigap dalam memetakan potensi permasalahan.
“Karena umumnya kita orang Sumatera ini pasti tahu kalau sudah berangkat ke Indonesia bagian Timur, pasti sudah kita antisipasi masalah tiket pulang, sudah pasti kita analisis itu,” sebutnya.
Ia pun menilai Biro Kesra mempermalukan Gubernur Bobby Nasution di tingkat nasional. “Masalah ini menunjukkan seolah-olah Gubernur Sumut Bobby Nasution tidak peduli. Padahal sama-sama kita lihat kemarin sewaktu melepas kontingen, Bobby mendukung penuh kontingen Sumut,” ujarnya.
Karena itu, Ridho menyarankan agar Gubernur Bobby Nasution mengevaluasi kinerja Kabiro Kesra Setdaprov Sumut Abu Kosim. “Hal-hal dasar seperti ini sebenarnya masalah kecil, namun kalau disepelekan bisa menjadi masalah besar, karena konteks persoalan seperti ini sangat sensitif,” pungkasnya. (bps)





