Politeknik Negeri Media Kreatif menggelar kegiatan pendampingan life skills bagi Remaja Sidiangkat, Kecamatan Sidikalang, Dairi, Sabtu (25/7/2026). (dok/istimewa)
InfraSumut.com – Dairi. Masa remaja merupakan periode penting untuk mengenali diri, mengembangkan kemampuan, dan mempersiapkan masa depan. Namun, tidak semua remaja memiliki kesempatan untuk mengenali potensi yang ada dalam dirinya.
Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam kegiatan pendampingan life skills bagi Remaja Sidiangkat, Kecamatan Sidikalang, Dairi, Sumatera Utara oleh Politeknik Negeri Media Kreatif, Sabtu (25/7/2026).
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan sebagai upaya membantu remaja memahami kemampuan dan keterampilan yang mereka miliki.
Salah satu latar belakang kegiatan adalah adanya remaja yang tidak melanjutkan pendidikan serta penggunaan waktu luang yang cukup banyak untuk bermain game melalui telepon pintar Android.
Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya memberikan ruang kepada remaja untuk mengembangkan diri melalui kegiatan yang positif dan produktif. Remaja tidak hanya membutuhkan pendidikan formal, tetapi juga keterampilan hidup atau life skills yang dapat menjadi bekal dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Melalui kegiatan ini, remaja didorong untuk mengenali potensi diri, mulai dari minat, kemampuan, kreativitas, hingga keterampilan yang dapat dikembangkan.
Tujuannya bukan sekadar memberikan pengetahuan, tetapi membantu peserta memahami bahwa setiap individu memiliki potensi yang dapat dikembangkan sesuai dengan kemampuan dan minatnya. Sebanyak 20 orang Remaja Sidiangkat mengikuti kegiatan pendampingan tersebut.
Pelaksanaan kegiatan menggunakan beberapa metode, yaitu pelatihan, diskusi, praktik, dan pendampingan. Metode tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga berinteraksi, menyampaikan pendapat, serta terlibat langsung dalam proses mengenali kemampuan diri.
Dalam kegiatan tersebut, remaja diajak untuk melihat kembali berbagai aktivitas yang mereka sukai dan kemampuan yang mereka miliki. Proses ini penting karena potensi seseorang terkadang muncul dari kegiatan sederhana yang dilakukan sehari-hari.
Dengan mengenali kekuatan diri, remaja dapat mulai menentukan keterampilan apa yang perlu dikembangkan untuk mendukung masa depannya. Pendampingan juga menjadi sarana bagi remaja untuk membangun kesadaran bahwa penggunaan teknologi perlu diarahkan secara positif.
Telepon pintar dan internet tidak hanya dapat digunakan untuk bermain game, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai media belajar, mencari informasi, mengembangkan kreativitas, dan memperoleh pengetahuan baru.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim yang terdiri atas Yusnia Sinambela, Nurianti Sitorus, Juwairiah, dan Raju Gobal, dengan Eni Monaliska Sihombing sebagai narasumber. Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi dalam mendampingi generasi muda agar mampu mengenali dan mengembangkan potensi yang dimiliki.
Hasil kegiatan menunjukkan bahwa para remaja mulai memahami dan menemukan keterampilan yang ada dalam diri mereka. Pemahaman tersebut menjadi langkah awal bagi peserta untuk lebih percaya diri dalam melihat kemampuan diri dan menentukan keterampilan yang dapat dikembangkan.
Life skills sendiri tidak hanya berkaitan dengan keterampilan teknis. Kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, mengambil keputusan, memecahkan masalah, mengelola waktu, berpikir kreatif, serta membangun kepercayaan diri juga menjadi bagian penting dari keterampilan hidup yang diperlukan remaja.
Pendampingan seperti ini diharapkan dapat memberikan alternatif kegiatan yang lebih positif bagi remaja. Dengan dukungan lingkungan, keluarga, dan pendamping, remaja dapat diarahkan untuk menggunakan waktu dan teknologi secara lebih produktif sekaligus mengembangkan kemampuan yang mereka miliki.
Pada akhirnya, mengenali potensi diri merupakan langkah awal dalam membangun masa depan. Melalui pendampingan life skills, Remaja Sidiangkat diharapkan tidak hanya mengetahui apa yang mereka sukai, tetapi juga mampu melihat kemampuan tersebut sebagai modal untuk terus belajar, berkembang, dan menghadapi kehidupan dengan lebih mandiri. (bps)





