Pengurus Punguan Sipartano Naiborngin Dohot Boruna Kota Medan dan Sekitarnya menggelar pembekalan Paradaton Sipaettua bagi calon Parsinabung di Wisma Tondongta Medan, Jumat (1/5/2026). (dok/istimewa)
InfraSumut.com – Medan. Pengurus Punguan Sipartano Naiborngin Dohot Boruna (Sibarani-Sibuea) Kota Medan dan Sekitarnya menggelar pembekalan Paradaton Sipaettua (tatacara adat) bagi calon Parsinabung di Wisma Tondongta, Jalan Menteng VII, Gang Murni, Kota Medan, Jumat (1/5/2026).
Pembekalan Paradaton Sipaettua menghadirkan tiga narasumber yang merupakan tokoh adat dan senior paradaton di kalangan warga Sipartano Naiborngin Kota Medan dan Sekitarnya, yakni St Drs Raya Sibuea, St Drs Dimpos Sibarani dan St Drs Batner Sibarani MPd.
Ketua Umum Punguan Sipartano Naiborngin Kota Medan dan Sekitarnya, Drs Eddy Sibarani MSi, mengatakan pembekalan Paradaton Sipaettua penting digelar, secara khusus bagi Keluarga Besar Sipartano Naiborngin Kota Medan Sekitarnya. Sebab kegiatan paradaton sehari-hari di kalangan warga Sipartano Naiborngin masih menggunakan paradaton Sipaettua.
Apalagi kemajuan zaman informasi teknologi saat ini selain memberikan dampak positif, tetapi juga bisa berdampak negatif bagi generasi muda, terutama didalam menyikapi dan menjalankan adat-istiadat terkhusus di kalangan Generasi Muda Sipartano Naiborngin.
Sehingga, kata Ketua Umum Eddy Sibarani didampingi Sekretaris Umum Ir Rikson Sibuea ST, perlu dilakukan terobosan-terobosan dalam rangka melestarikan budaya dan sistem paradaton.
“Oleh karna itulah kita mengganggap perlu dan pentingnya ragenerasi, terkhusus para pelaku Adat/Raja Parhata/Parsinabung sehingga perjalanan paradaton sipaettua terkhusus di kalangan Sipartano Naiborngin Kota Medan dan sekitarnya dapat berjalan secara eksis sebagaimana mestinya,” ujarnya.
Pada acara pembekalan tersebut, telah disepakati beberapa rumusan maupun sistem antara lain efisiensi waktu pada acara paradaton. Kemudian karena Keturunan/Pomparan Sipartano Naingborngin tidak lagi hanya bertempat tinggal dari Laguboti, Kabupaten Toba, namun sudah ada yang berasal dari beberapa daerah lainnya seperti Kabupaten Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara (Silindung), Humbahas dan daerah lainnya, maka disepakati paradaton Sipaettua di daerah tersebut beradaptasi/diwarnai dengan adat daerah setempat.
Untuk itu disepakati bahwa sistem paradaton bagi warga Sipartano Naiborngin Kota Medan dan Sekitarnya, akan menggunakan paradaton Sipaettua secara maksimal, tetapi akan tetap memperhatikan situasi dan kondisi serta kebutuhan “suhut bolon” di dalam acara paradaton yang dimaksud.
Karena itu, ujar Eddy M Sibarani lebih lanjut, Sipartano Naiborngin berharap kesepakatan ini dapat menjadi acuan serta penyemangat dan motivasi dikalangan pomparan Sipartano Naiborngin Kota Medan dan Sekitarnya dan dapat diterapkan pada acara adat, baik sukacita (las niroha) dan dukacita (arsak niroha) pada masa yang akan datang.
Dengan kesepakatan sistem paradaton Sipaettua, tambah Eddy M Sibarani, diharapkan pomparan Sipartano Naiborngin Kota Medan dan sekitarnya, ke depan semakin bersatu, semakin berprestasi dan semakin mudah dalam melaksanakan tatacara paradaton dalam suasana kekeluargaan.
“Kami juga mengucapkan terimakasih kepada peserta yang berjumlah sekitar 80 orang , yang berasal dari 22 sektor yang ada sebagai anggota Sipartano Naiborngin Kota Medan dan Se kitarnya yang bersedia hadir dan begitu antusias ikut serta pada acara pembekalan tersebut,” tambahnya.
Beberapa tokoh marga Sibarani dan Sibuea yang hadir, di antaranya Hardy Sibarani ST MM, Ir Washington Sibarani MM, St Drs Jaimar Sibuea, Prof Dr Posma Sibuea, dan banyak lagi tokoh masyarakat dan tokoh adat Sipartano Naiborngin dan sekitarnya. (bps)





