Rahmaddian Shah Dilantik Jadi Ketua SOKSI Sumut 2026-2031, Siap Cetak 1.000 Kader Baru dan Jaga Kemenangan Golkar

Gambar Gravatar

Ketua Depidar II SOKSI Sumut Masa Bakti 2026-2031 Rahmadian Shah dan jajaran pengurus foto bersama dengan Ketum Depinas SOKSI Mukhamad Misbakhun, Sekjen Puteri Komaruddin dan pengurus lainnya usai pelantikan, Minggu (8/11/2026). (dok/infrasumut)

InfraSumut.com – Medan. Muhammad Rahmaddian Shah terpilih secara aklamasi menjadi Ketua Dewan Pimpinan Daerah (Depidar) II Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) Sumatera Utara Provinsi Sumatera Utara Masa Bakti 2026-2031, dalam Musyawarah Daerah (Musda) XII di Hotel Emerald Garden, Jalan KL Yos Sudarso, Kota Medan, 7-8 November 2026.

Kemudian Rahmaddian Shah dilantik sebagai Ketua Depidar II SOKSI Sumut bersama Sekretaris Muhammad Zaid Fahry dan Bendahara Aswin Parinduri oleh Ketua Umum Depinas SOKSI Mukhamad Misbakhun, di tempat yang sama, Minggu (8/11/2026) sore.

Bacaan Lainnya

Turut mendampingi Ketum Depinas, di antaranya Sekjen Puteri Komaruddin, Bendahara Bagus Adhi Mahendra Putra. Hadir juga Ketua Golkar Sumut diwakili Bidang Organisasi Rolel Harahap serta Kaban Kesbangpol Sumut Mulyono mewakili gubernur.

Usai dilantik, Rahmaddian Shah yang juga Ketua DPD Partai Golkar Kota Medan itu menegaskan kepengurusan yang dipimpinnya akan memprioritaskan konsolidasi organisasi hingga ke seluruh kabupaten/kota hingga kecamatan di Sumut.

Langkah tersebut sekaligus diarahkan untuk memperkuat Partai Golkar dalam menghadapi kontestasi politik mendatang, khususnya mempertahankan kemenangan jumlah kursi legislatif dan posisi Golkar sebagai salah satu kekuatan politik utama di Sumut.

Menurutnya, SOKSI memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi terhadap kebesaran Partai Golkar. Sebab SOKSI merupakan salah satu organisasi pendiri Golkar yang memiliki keterikatan kuat dengan partai berlambang pohon beringin tersebut.

“Kita akan melakukan konsolidasi di seluruh daerah Sumatera Utara. Tujuan utamanya bagaimana membantu Partai Golkar mempertahankan jumlah kursi dan posisinya sebagai pemenang di Sumatera Utara,” ujar Rahmaddian.

Ia mengatakan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan DPD I Partai Golkar Sumut dalam menjalankan berbagai program organisasi.

Selain konsolidasi, Rahmaddian juga menempatkan kaderisasi sebagai agenda penting selama lima tahun kepemimpinannya. SOKSI Sumut menargetkan mampu mencetak 1.000 kader baru hingga 2031 atau rata-rata 200 kader setiap tahunnya.

Kaderisasi tersebut akan dilakukan melalui Pendidikan dan Pelatihan Kader SOKSI (P2KD) yang direncanakan berlangsung secara rutin setiap tahun.

Ia menegaskan, pengembangan kader tidak hanya berorientasi pada kuantitas, tetapi juga kualitas. SOKSI ingin melahirkan kader yang memiliki loyalitas, militansi, serta kemampuan untuk berkontribusi dalam organisasi dan dunia politik.

“Kita tidak hanya ingin mencetak kader dalam jumlah banyak, tetapi kader yang loyal dan militan. Target kita selama lima tahun ke depan sebanyak 1.000 kader baru melalui pendidikan kader setiap tahunnya,” katanya.

Rahmaddian juga bertekad mendorong kader-kader SOKSI mengambil peran lebih besar dalam lembaga legislatif, baik di DPRD Sumut maupun DPRD kabupaten/kota.

Saat ini, kata dia, terdapat empat kader SOKSI yang duduk sebagai anggota DPRD Sumatera Utara. Jumlah tersebut diharapkan meningkat pada Pemilu 2029 mendatang.

Menurutnya, keberhasilan seorang pemimpin organisasi politik juga harus diukur dari kemampuannya meningkatkan keterwakilan kader di lembaga legislatif.

“Harapan kita pada 2029 nanti jumlah kader SOKSI yang duduk di legislatif bisa bertambah. Saat ini ada empat kader kita di DPRD Sumut. Kita ingin ke depan semakin banyak kader SOKSI yang bisa mewarnai lembaga legislatif,” ungkapnya.

Tidak hanya berorientasi pada kepentingan politik, Rahmaddian memastikan SOKSI Sumut juga akan menjalankan program sosial yang manfaatnya dapat dirasakan langsung masyarakat.

Dalam waktu dekat, pihaknya akan menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat yang membutuhkan. Sebanyak 20 paket diserahkan secara simbolis saat kegiatan pelantikan, sementara 600 paket lainnya dijadwalkan disalurkan pada Rabu mendatang.

Bantuan tersebut akan didistribusikan ke tiga daerah, yakni Langkat, Medan, dan Deli Serdang. “Kita ingin SOKSI hadir dan bermanfaat bagi masyarakat, bukan hanya ketika menjelang kampanye atau pemilu. Masyarakat harus bisa merasakan kehadiran SOKSI melalui kegiatan-kegiatan sosial,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Depinas SOKSI Mukhmad Misbakhun mengapresiasi kepengurusan baru SOKSI Sumut yang dipimpin Rahmaddian Shah. Ia menilai regenerasi kepemimpinan dengan memberikan ruang lebih besar kepada generasi muda merupakan langkah penting untuk memperkuat organisasi menghadapi tantangan ke depan.

Menurut Misbakhun, Provinsi Sumut merupakan daerah strategis sekaligus representasi keberagaman Indonesia. Dengan kekuatan sosial, ekonomi, dan keberagaman suku yang dimiliki, Sumut memiliki posisi penting dalam menjaga stabilitas nasional.

Karena itu, ia berharap kepengurusan baru SOKSI Sumut mampu menghadirkan energi dan gagasan baru dalam membangun organisasi.

“Ini merupakan momentum yang sangat baik untuk melakukan regenerasi kepemimpinan SOKSI dengan menghadirkan generasi baru yang lebih energik. Pemikiran-pemikiran muda sangat dibutuhkan untuk menghadapi tantangan ke depan,” ujarnya.

Misbakhun juga mengingatkan agar program kerja yang telah disampaikan pengurus baru tidak berhenti sebatas rencana atau pembahasan. Seluruh program harus segera diterjemahkan menjadi kegiatan nyata.

Ia meminta konsolidasi dilakukan secara menyeluruh hingga ke tingkat bawah agar SOKSI semakin solid dan mampu memberikan kontribusi terhadap penguatan Partai Golkar.

Menurutnya, Partai Golkar merupakan partai besar yang memiliki kapasitas dan pengalaman politik panjang. Karena itu, seluruh elemen organisasi pendukung harus mampu menjaga sekaligus meningkatkan kekuatan politik partai.

Misbakhun juga menekankan pentingnya budaya kerja dalam kepengurusan organisasi. Ia mengingatkan bahwa jabatan pengurus bukan tempat untuk dilayani, melainkan amanah untuk bekerja dan melayani organisasi.

“Seorang pengurus itu tugasnya mengurus, bukan minta diurus. Karena itu, yang paling penting adalah bagaimana seluruh pengurus bisa bekerja, menjalankan tanggung jawab, dan memberikan kontribusi nyata bagi organisasi,” tegasnya.

Di sisi lain, Kepala Badan Kesbangpol Sumut Mulyono menyampaikan apresiasi atas pelantikan kepengurusan baru SOKSI Sumut periode 2026-2031.

Ia berharap pelantikan tersebut menjadi awal dari tanggung jawab yang lebih besar bagi seluruh pengurus dalam membangun organisasi sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.

Menurut Mulyono, organisasi kemasyarakatan memiliki posisi strategis dalam kehidupan demokrasi dan pembangunan. Selain menjadi wadah berhimpun, organisasi juga berperan dalam membangun gagasan, mengembangkan kepemimpinan, membentuk karakter, serta mencetak sumber daya manusia berkualitas.

“SOKSI diharapkan terus memperkuat perannya dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas, memiliki wawasan kebangsaan, menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman,” katanya.

Pengurus baru diharapkan segera melakukan konsolidasi, membuka ruang partisipasi bagi generasi muda, serta membangun budaya organisasi yang demokratis, terbuka, dan disiplin.

Mulyono juga mendorong SOKSI membangun hubungan yang harmonis dan produktif dengan pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, serta seluruh pemangku kepentingan.

“Partisipasi seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan dalam pembangunan Sumatera Utara. Kami berharap SOKSI dapat mengambil peran strategis, mulai dari menyampaikan aspirasi masyarakat, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia hingga menghadirkan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat,” pungkasnya. (bps)

Pos terkait