Pemukiman warga di Kecamatan Batang Toru, Tapsel, diterjang banjir bandang, yang membawa lumpur dan batang-batang kayu, Selasa (25/11/2025). (dok/istimewa)
InfraSumut.com – Medan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Utara mengungkapkan banjir bandang di Kabupaten Tapanuli Selatan, Selasa (25/11/2025), merenggut korban jiwa dan luka-luka, di Kecamatan Batang Toru.
Kepala BPBD Sumut, Tuahta Ramajaya Saragih, menyebutkan ada 6 korban jiwa atau meninggal dunia. Kemudian ada 34 warga mengalami luka-luka.
“Jumlah korban meninggal dunia diduga enam orang, namun identitas tidak diketahui karena tidak dilaporkan masyarakat ke Puskesmas Batang Toru. Luka-luka 34, dan semuanya masih dalam pendataan,” ujar Tuahta Ramajaya Saragih, menjawab konfirmasi wartawan, Rabu (26/11/2025).
Tuahta mengatakan dampak kerusakan akibat banjir dan longsor di Tapsel, masih dalam pendataan. “Begitu juga dengan jumlah warga yang terdampak, masih pendataan,” ujarnya.
Lebih lanjut Tuahta mengatakan saat ini evaluasi dan penyelamatan dilakukan tim gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD dibantu masyarakat setempat.
“Dan yang dibutuhkan masyarakat terdampak saat ini adalah makanan siap saji dan tempat pengungsian dan evakuasi,” jelas Tuahta.
Ia menambahkan, komunikasi lewat saluran telepon seluler masih dapat dilakukan oleh warga di sebagian besar wilayah terdampak. Namun beberapa akses jalan di ruas jalan nasional, terputus.
Diketahui banjir bandang Tapsel terjadi dipicu intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa hari belakangan ini. Akibatnya air sungai meluap karena debit air melebihi naik drastis.
Seperti yang terjadi di Desa Hutagodang dan Desa Garoga, Kecamatan Batang Toru, di mana debit air sungai naik drastis, yang membawa lumpur dan batang-batang kayu, hingga menerjang pemukiman. (bps)





