Apa Kabar Jalan Tol Siantar-Parapat, Dibangun atau Tidak? Begini Penjelasan Pemprov Sumut

Gambar Gravatar
Oplus_131072

Petunjuk jalan tol Parapat di Ruas Jalan Tol Tebing Tinggi. (dok/@pupr_bpjt)

InfraSumut.com – Medan. Apa kabar pembangunan Jalan Tol Pematangsiantar-Parapat di Provinsi Sumatera Utara. Apakah masih tetap dalam rencana pembangunan atau bahkan sama sekali dibatalkan?.

Publik Sumut menunggu kepastiannya. Karena selain mempercepat waktu tempuh ke destinasi wisata super prioritas Danau Toba, tol tersebut juga mempercepat waktu tempuh ke kawasan Tapanuli.

Bacaan Lainnya

Sehingga wajar jika kehadiran Jalan Tol Siantar-Parapat terus ditunggu-tunggu masyarakat. Apalagi selama ini informasi seputar pembangunan jalan tol itu, sudah menyebar.

Perihal pembangunan Tol Siantar-Parapat, bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) ini, dijelaskan oleh Kepala Biro Administrasi Pembangunan Setdaprov Sumut, Dr Faisal Arif Nasution SSos MSi.

Dikatakan Faisal Arif, pembangunan Jalan Tol Siantar-Parapat, sebenarnya direncanakan sejak tahun 2023, melalui salah satu anak usaha BUMN konstruksi, yakni Hutama Marga Waskita.

Ia mengatakan, telah merencanakan konstruksi itu sepanjang 50 km dengan total anggaran biaya Rp 20,6 triliun. Namun di tahun 2024, terjadi revisi untuk menyesuaikan panjang jalur dari Siantar ke Parapat. Hal ini berkaitan dengan pembiayaan.

“Karena mungkin melalui pembuatan APBN mungkin melihat angka yang cukup besar, sehingga terjadi penyesuaian 40 km dengan total biaya kurang lebih 12 trilun lebih,” jelas Faisal Arif, dalam temu pers di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro, Kota Medan, Rabu (15/10/2025).

Skema pembiayaan ini ditawarkan juga kepada investor, yakni mana yang bisa dibiayai investor, dan yang bisa dibiayai APBN. “Nah pada saat itu tahun 2025 ini menjadi konsentrasi penuh juga dari bapak gubernur di awal kepemimpinan beliau, untuk bisa memperjelas tindak lanjut infrastruktur jalan tol Siantar-Parapat,” sebutnya.

Kepada investor yang berminat, kata Faisal Arif, ditawarkan untuk menggarap konstruksi Tol Siantar-Parapat. Sementara untuk pengadaan lahannya, menjadi tanggung jawab Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Di awal tahun 2025, diputuskan bahwa kementerian PU belum melakukan rencana untuk pengadaan lahan, untuk sepanjang 40 km dari Siantar ke Parapat. “Sehingga untuk selanjutnya, bagaimana kita untuk menawarkan konstruksi kepada investor,” jelas Faisal.

“Sehingga beberapa milestone yang sudah ditetapkan sejak tahun 2023 sampai tahun 2024 setelah ada revisi, jadi timeline itu ada perubahan dan disesuaikan kembali,” sambungnya.

Menurutnya, tol ini akan tetap dibangun. Ia berharap dimulai pada tahun 2026. Sebab pada tahun 2025, telah terbit hasil revisi bahwa pembangunan Jalan Tol Siantar-Parapat ini masih masuk dalam PSN.

“Kami masih yakin bahwa rencana kegiatan infrastruktur itu tetap berjalan, tol Siantar-Parapat. Tentunya kita berdoa juga agar pembiayaan melalui Kementerian PU untuk pengadaan lahan, bisa direncanakan lagi di tahun 2026,” pungkas Faisal.

Untuk diketahui, Tol Siantar-Parapat merupakan bagian dari ruas Tol Kuala Tanjung-Tebing Tunggi-Parapat (Kutepat) sepanjang 143 km.

Ruas tol ini sudah rampung hingga ke Sinaksak, dan akan segera tembus ke Simpang Panei, Simalungun, yang saat ini tahap penyelesaian akhir.

Sementara Tol Siantar-Parapat merupakan seksi 5-6 ruas Tol Ketupat, yakni Seksi 5 Siantar-Saribu Dolok dan Seksi 6 Saribu Dolok-Parapat. (bps)

Pos terkait