Dampak Erupsi Sinabung, 160 Warga dari Desa Kuta Tengah Mengungsi: BPBD Sumut: Radius 6 Km Masih Bahaya!

Gambar Gravatar

Erupsi Sinabung mengakibatkan 160 warga Desa Kuta Tengah mengungsi. (dok/istimewa)

InfraSumut.com – Karo. Erupsi Gunung Sinabung di Tanah Karo, Sumatera Utara, masih terus berlangsung. Hingga kini statusnya masih level III Siaga. Dampaknya, sebanyak 160 warga Desa Kuta Tengah, terpaksa mengungsi.

Bahkan menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut, Tuahta Ramajaya Saragih, aktivitas erupsi berupa awan panas dan hujan pasir masih terpantau di kawasan tersebut.

Bacaan Lainnya

“Tadi sudah mendapat laporan kami, Pak Gubernur juga dapat laporan dari Kepala PVMBG, Pak Armen Putra, bahwa aktivitas erupsi berupa awan dan pasir itu masih ada dan status belum diturunkan,” ujar Tuahta kepada wartawan, Selasa (1/9/2026).

Ia menjelaskan hasil mitigasi awal sempat menetapkan dua desa masuk zona terdampak yang harus dievakuasi. Namun setelah dilakukan mitigasi ulang, hanya satu desa yang benar-benar perlu dikosongkan.

“Yang awalnya dua desa, tapi setelah dimitigasi kembali ternyata cuma satu desa yang dievakuasi, yaitu Desa Kuta Tengah,” kata Tuahta.

Warga yang dievakuasi dari Desa Kuta Tengah ditampung di Jambur Desa Sukatepu. Tuahta menyebut jumlah pengungsi saat ini berkisar 120 hingga 160 orang. “Pengungsiannya di Jambur Desa Sukatepu, jumlahnya kurang lebih 120 sampai 160 orang lah kira-kira,” ungkapnya.

Menurut Tuahta, Pemprov Sumut telah menyiapkan sejumlah fasilitas dasar di lokasi pengungsian, mulai dari pos kesehatan, tangki air bersih, toilet, hingga dapur umum, mengingat jambur berupa bangunan terbuka, pihaknya juga mendistribusikan matras, selimut, dan tenda bagi para pengungsi. “Karena jamburnya terbuka, nanti kita pasang tenda di dalamnya,” jelas Tuahta.

Untuk penanganan di lapangan, BPBD Sumut telah mengerahkan 30 personel lengkap dengan peralatan pendukung. Bantuan logistik yang telah disalurkan di antaranya 11.600 masker, dua unit truk serbaguna untuk mobilisasi warga dari desa ke pengungsian, satu unit mobil toilet, dan satu unit mobil tangki suplai air bersih. “Personel BPBD saat ini ada 30 orang beserta peralatan-peralatan yang sudah kita bawa,” sebut Tuahta.

Ia menambahkan, Dinas Sosial Provinsi Sumut turut mengirimkan bantuan logistik berupa makanan bagi para pengungsi di Sukatepu. Karenanya ia mengimbau masyarakat yang bermukim di sekitar Gunung Sinabung untuk tidak berada dalam radius aman 6 km dari puncak gunung.

Diminta juga wisatawan dari luar Kabupaten Karo menunda kunjungan wisata ke daerah tersebut untuk sementara waktu. “Untuk masyarakat di luar Kabupaten Karo, untuk tidak dulu berwisata ke Kabupaten Karo,” tegasnya.

Kepada warga Kabupaten Karo secara umum, Tuahta meminta tetap siaga karena PVMBG menyebut potensi peningkatan aktivitas erupsi masih terbuka, termasuk kemungkinan perluasan radius zona berbahaya. “Potensi meningkatnya bisa jadi ada, levelnya naik, dan kemungkinan jarak amannya juga bisa bertambah. Tapi itu potensi, menurut PVMBG tadi,” pungkas Tuahta. (bps)

Pos terkait