PT Pelindo meraih hasil asesmen Good Corporate Governance (GCG) dengan predikat Sangat Baik tahun 2022. (dok kementerian bumn)
InfraSumut.com – Jakarta. Hasil asesmen Good Corporate Governance (GCG) PT Pelabuhan Indonesia (Persero) tahun 2022 meraih skor 90,472 dengan predikat Sangat Baik.
Pencapaian PT Pelindo itu merupakan hasil penilaian GCG pertama Pelindo pasca merger dan dilakukan oleh BPKP RI selaku assessor.
Pencapaian itu disampaikan oleh Direktur Pengawasan Bidang Usaha Konektivitas, Pariwisata, Kawasan Industri dan Perumahan BPKP, Aryanto Wibowo, dalam acara Exit Meeting GCG.
Kegiatan itu juga dihadiri Asisten Deputi Bidang Jasa Logistik Kementerian BUMN, Desty Arlaini, Dewan Komisaris, Direksi, Anggota Komite Dewan Komisaris dan Jajaran Manajemen Pelindo.
Direktur Aryanto menjelaskan penilaian penerapan GCG ini mengacu pada Surat Edaran Sekretaris Menteri BUMN SK-16-S.MBU yang memiliki indikator dan parameter yang sangat detil. Untuk raihan hasil evaluasi pertama kali pasca merger dan langsung mendapatkan skor lebih dari 90, merupakan hal yang luar biasa.
“Kami mengingatkan kembali, bahwa kita tidak hanya mengejar skor, tetapi lebih pada bagaimana GCG benar-benar menjadi landasan dalam melakukan seluruh kegiatan dan aksi korporasi perusahaan, sehingga skor yang sangat baik ini mencerminkan kondisi GCG yang ada di Pelindo,” tambah Aryanto, dikutip dari laman Kementerian BUMN, Minggu (09/04/2023) malam.
Deputi Bidang Jasa Logistik Kementerian BUMN, Desty Arlaini, menambahkan bahwa penggabungan 4 BUMN bukan hal yang mudah. Pelindo pasca merger memiliki tantangan yang sangat besar, yaitu bagaimana mengimplementasikan pelaksanaan fungsi-fungsi dan budaya perusahaan.
“Hipotesa saya, penggabungan ini tidak akan lancar, kalau kondisi Pelindo baik sebelum dan setelah merger, tidak memiliki dasar pengelolaan perusahaan yang kuat, profesional, efektif dan efisien. Dimana semua aspek itu tercermin dalam penerapan GCG,” kata Desty.
Pelaksanaan asesmen tahun ini merupakan untuk memotret penerapan GCG perusahaan periode 1 Januari-31 Desember tahun 2022. Beberapa penerapan GCG yang sudah dilakukan perusahaan, di antaranya pengesahan pedoman perangkat GCG, optimalisasi implementasi dan sosialisasi GCG.
Kemudian survei pemahaman GCG dan penandatanganan pakta integritas, pengendalian gratifikasi, pengelolaan whistle blowing system (WBS), laporan LKHPN, penguatan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) dan penguatan pelayanan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID).
Direktur Utama Pelindo, Arif Suhartono, mengatakan ini adalah tahun pertama pasca merger bagi pihaknya melakukan audit. Ia mengatakan masih banyak area of improvement yang menjadi catatan Pelindo.
“Dengan skor 90 lebih yang masuk dalam kategori Sangat Baik, tentunya menjadi cambuk bagi kami, untuk memastikan bahwa setiap kegiatan dan proses yang dilakukan di Pelindo dapat mencerminkan angka tersebut. Semua pencapaian ini tentunya tidak lepas dari dukungan dari Pemegang Saham, Dewan Komisaris dan rekan-rekan dari Pelindo Group,” ujar Direktur Utama Pelindo Arif Suhartono. (rvs)





