Masa Tanggap Darurat Banjir dan Longsor di Sumut diperpanjang hingga dua minggu ke depan. (dok/istimewa)
InfraSumut.com – Medan. Pusdalops BPBD Sumatera Utara kembali merilis update terkini penanganan bencana di Sumut, hingga per kondisi Rabu (10/12/2025).
Dalam laporannya, disebutkan jumlah korban meninggal dunia akibat bencana alam banjir dan longsor di Sumut sebanyak 342 orang.
Adapun Tapanuli Tengah mencatatkan korban paling banyak, yakni 111 orang, disusul Tapanuli Selatan 86, Sibolga 53, dan Tapanuli Utara 36 serta Humbang Hasundutan 9.
Kemudian korban hilang sebanyak 98, terluka 681 dan mengungsi 13.380 KK tau sebanyak 53.523 jiwa serta total masyarakat terdampak di 18 kabupaten/kota sebanyak 470.374 KK atau 1.774.422 jiwa.
Perpanjang
Sementara itu Gubernur Sumut, Bobby Nasution, memutuskan memperpanjang masa Tanggap Darurat Bencana Sumut hingga dua minggu ke depan atau hingga 24 Desember 2025.
Sebelumnya masa tanggap darurat ditetapkan 27 November-10 Desember 2025. Keputusan perpanjangan itu tertuang dalam Keputusan Nomor 188.44/863/KPTS/2025, tertanggal 10 Desember 2025.
Bobby memperpanjang masa tanggap darurat tersebut di antaranya karena kondisi 18 kabupaten/kota terdampak bencana di Sumut, masih belum sepenuhnya pulih.
Sebelumnya Ketua Harian Posko Darurat Bencana Sumut Basarin Yunus Tanjung, mengatakan perpanjangan masa tanggap darurat Sumut itu merupakan hasil Rapat Evaluasi Penanganan Bencana di Posko Darurat Bencana Sumut, Jalan AH Nasution, Kota Medan, Rabu (10/12/2025).
“Kita merekomendasikan untuk memperpanjang status darurat bencana di beberapa kabupaten selama dua minggu ke depan. Dari rapat evaluasi, masih ada 18 kabupaten/kota yang belum menyatakan daerahnya aman dari ancaman bencana ini,” ujar Basarin usai rapat.
Ia menjelaskan bahwa beberapa wilayah masih memerlukan perhatian serius, termasuk Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel). Curah hujan yang masih tinggi, seperti di Desa Garoga, membuat langkah tanggap darurat tetap dibutuhkan.
Sejumlah daerah yang direkomendasikan perpanjangan status Tanggap Darurat Bencana antara lain Tapsel, Tapanuli Tengah, Sibolga, dan Langkat. Selain perpanjangan masa darurat, rapat evaluasi juga membahas persiapan logistik untuk mengantisipasi prakiraan cuaca ekstrem.
“Kami mempersiapkan langkah distribusi logistik, baik dari posko di provinsi hingga kabupaten, untuk menghadapi prakiraan curah hujan yang cukup tinggi antara tanggal 8 hingga 15 Desember 2025,” tambahnya.
Prioritas penanganan saat ini mencakup percepatan penanganan pengungsi serta pemulihan wilayah di area terdampak banjir dan longsor.
“Pemulihan fasilitas yang belum normal dan dibutuhkan langkah percepatan para pengungsi beserta pelayanan kesehatan dan juga pendidikan agar proses belajar dan mengajar dapat berjalan seperti semula,” katanya.
Selain itu, pemulihan jaringan penting seperti listrik, air bersih, dan distribusi logistik terus diupayakan. Akses menuju beberapa desa terdampak juga masih terbatas karena hanya dapat dilalui dengan berjalan kaki. (bps)





