Bobby Nasution Minta Pusat Fokus Bebaskan 4 Kabupaten di Nias dari Daerah Tertinggal

Gambar Gravatar

Gubernur Sumut Bobby Nasution RDP dengan Komisi II DPR RI, Selasa (29/4/2025). (istimewa)

InfraSumut.com – Jakarta. Kondisi 4 daerah tertinggal yang ada di Provinsi Sumatera Utara, tepatnya di Kepulauan Nias, disampaikan Gubernur Sumut, Bobby Nasution.

Ke-4 kabupaten tertinggal Kepulauan Nias di Sumut tersebut, termasuk dalam daftar 7 daerah tertinggal yang ada di Pulau Sumatera.

Bacaan Lainnya

Hal itu disampaikan Gubernur Sumut Bobby Nasution pada saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi II DPR RI di Senayan, Jakarta, Selasa (29/4/2025).

Gubernur Sumut Bobby Nasution mengatakan sangat miris melihat Sumut yang merupakan gerbangnya Indoensia bagian Barat, namun di satu sisi masih ada 4 kabupaten yang masih masuk dalam daerah tertinggal.

“Sangat-sangat prihatin dengan kabupaten yang ada di Kepulauan Nias yang masih daerah tertinggal pimpinan,” ujar Bobby Nasution.

Melalui Komisi II DPR RI, Bobby Nasution mengusulkan agar pemerintah pusat memberi perhatian khusus terhadap masalah ini.

Seharusnya menurut Bobby, dana transfer ke 4 kabupaten tertinggal di Kepulauan Nias itu tidak disamakan dengan daerah-daerah lain, namun agar dilebihkan.

“Nah mungkin ini bisa diperhatikan bagaimana dana transfernya juga ke sana sangat-sangat, harusnya ada pembeda pimpinan,” sambung Bobby.

Berkaitan dengan pengalokasian dana transfer daerah yang lebih besar ke daerah-daerah tertinggal di Indonesia, Bobby menyarankan agar dibuat aturan khusus.

“Tetapi mungkin daerah tertinggal ini perlu di perhatikan juga, aturan-aturannya mungkin bisa dikhususkan untuk daerah tertinggal sehingga bagaimana peran pemerintah pusat untuk bisa mengeluarkan daerah-daerah tertinggal yang ada di Indonesia khususnya di kami Sumatera Utara, ada empat,” jelas Bobby.

Diketahui agenda RDP tersebut membahas penyelengaraan pemerintahan daerah, dana transfer pusat ke daerah, BUMD dan pengelolaan kepegawaian daerah.

Selain Bobby Nasution, RDP itu juga diikuti sejumlah Gubernur, Bupati dan Wali Kota di Indonesia lainnya, baik secara fisik dan online. (bps)

Pos terkait