Gubernur Sumut Bobby Nasution mengungkap niatnya dua periode memimpin Sumut, pada Musrenbang RKPD Sumut 2027, Rabu (22/4/2026). (dok/infrasumut)
InfraSumut.com – Medan. Situasi politik mulai menghangat di Provinsi Sumatera Utara akhir-akhir ini. Hal tidak terlepas dari ambisi-ambisi politik dari dua kepala daerah.
Adalah Gubernur Sumut Bobby Nasution yang mengungkapkan niatnya untuk dua periode memimpin Sumut alias menjadi Gubernur Sumut.
Niat itu disampaikan Bobby bersamaan dengan momen Bupati Batu Bara Baharuddin Siagian yang ikut dalam gagasan pemekaran Provinsi Sumatera Pantai Timur.
Bahar, sapaan akrab Baharuddin Siagian, tercatat sebagai Ketua Dewan Pembina Komite pemekaran Provinsi Sumatera Pantai Timur, yang direncanakan mencakup kawasan Asahan dan Labuhanbatu (Aslab), termasuk Batu Bara.
Adapun Bobby Nasution, Gubernur Sumut periode 2025-2030 itu, blak-blakan mengungkap niatnya untuk dua periode memimpin atau menjadi Gubernur Sumut.
Program-program yang sedang dan ingin ia realisasikan di Sumut, menjadi salah satu alasan utama Bobby untuk gubernur dua periode.
Keinginan tersebut disampaikan Bobby Nasution dalam pembukaan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Sumut 2027, di Hotel Santika, Kota Medan, Rabu (22/4/2026).
Pernyataan itu juga disaksikan langsung Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian bersama sejumlah pejabat pusat yang hadir, para anggota DPR dan DPD RI Dapil Sumut.
Itu juga disaksikan Forkopimda Sumut, para bupati dan wali kota se-Sumut, serta undangan para tokoh, lembaga dan instansi swasta di Sumut.
Awalnya Bobby menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran Mendagri Tito, para anggota DPR dan DPD RI serta seluruh undangan pada Musrenbang RKPD Sumut 2027 tersebut, hingga kemudian mengungkap keinginannya dua periode.
“Ini suatu momen bagi kami Musrenbang 2027, dan sebagai penegasan titik krusial pembangunan di masa jabatan kami dari 2025 kami kemarin dilantik bersama-sama dengan seluruh bupati dan wali kota se-Sumatera Utara,” ujar Bobby.
Menurut Bobby, berbicara soal tahun berjalan masa jabatan, Musrenbang RKPD 2027 inline atau sejalan dengan kinerja-kinerja tahunan yang sudah berjalan. Karena itu tahun 2027 menjadi titik krusial.
“Tahun 2027 titik krusial bagi yang baru satu periode kayak kami ini pak Mendagri, masih berkeinginan mau maju ke dua periode, ini sebenarnya titik krusialnya di 2027, apakah apa yang ditanamkan pondasi pada tahun 2025 kemarin dan 2026 ini sebagai langkah awal program-program yang berjalan, ini bisa dilanjutkan di 2027 atau tidak, bisa dikembangkan di 2027 atau tidak,” ungkap Bobby.
Pada kesempatan itu, Bobby melaporkan sejumlah program yang akan dan sedang berjalan, di antaranya sekolah gratis SMA di Kepulauan Nias dan sejumlah daerah terdampak bencana mulai Juli 2026.
Selain itu, dilaporkan juga terkait program penambahan dokter spesialis, yang difokuskan di Kepulauan Nias. “Ada 18 dokter yang hari ini kami berikan fasilitas dokter spesialis yang sedang menimba ilmu di Universitas Sumatera Utara, kami bekerjasama sama dengan Universitas Sumatera Utara,” jelas Bobby.
Program tersebut, lanjut Bobby, ke depan akan diperluas untuk mencakup daerah-daerah lainnya di Sumut yang kekurangan dokter spesialis.
“Mudah-mudahan di 2027 ini bukan hanya di Kepulauan Nias tapi di daerah-daerah lain. Oleh karena itu kami sampaikan sekali lagi di 2027 ini akan menjadi fase ekspansi dari progam-program dari 2025 yang sudah kami tanamkan dan 2026 ini akan kami jalankan, dan ini mudah-mudahan bisa berdampak sampai dengan 2029, sehingga bisa menjadikan program ini bukan hanya menjadi legasi, bukan hanya menjadi diingat, tapi mudah-mudahan bisa dirasakan,” tambahnya.
Untuk diketahui, Bobby Nasution dan Surya terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut pada Pilgub Sumut 2024 dan telah dilantik Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Negara Jakarta pada 20 Februari 2025.
Perihal rencana Bahar bersama tim untuk pemekaran Provinsi Sumatera Timur, juga tak luput dari perhatian Bobby. Ia menyentil Bahar yang terlibat dalam gagasan itu.
“Mohon izin pak Mendagri, pak Bupati Batu Bara pingin mekar katanya pak menjadi provinsi Sumatera Timur,” ungkapnya yang disambung tawa peserta Musrenbang.
Lebih lanjut soal pemekaran, Bobby menceritakan sejumlah dampaknya, berdasarkan informasi yang ia terima langsung dari Mendagri. Ia menyebut pemekaran memberi dampak serius. Karena itu, Bahar harus hati-hati.
“Saya sampaikan kemarin pak pada saat paripurna, yang saya pernah pak mendagri juga sampaikan, ketika moratorium pemekaran dibuka, bukan hanya tentang pemekaran yang harus dibicarakan. Saya ingat pak mendagri ngomong gitu, tapi juga penggabungan. Karena kalau ngomongin pemekaran bukan hanya jumlah kabupaten ataupun provinsi yang bertambah,” jelasnya.
Bobby, mantan Wali Kota Medan itu juga mengingatkan risiko serius pemekaran, yakni bukan malah berkembang, namun berkurang pula jumlah daerah.
“Tapi kita juga jangan tabu, pak menteri ngomong gitu, ketika jumlah kabupaten, ataupun kota bahkan provinsinya bisa jadi berkurang kalau itu dibuka, jadi hati-hati juga pak Bahar, takutnya bukan malah berkembang, hilang pula nanti takutnya,” ujar Bobby lagi.
Di wacana pemekaran Sumatera Pantai Timur itu, Bobby juga menyampaikan kekhawatirannya soal akan bergabungnya Kabupaten Asahan atau lepas dari Provinsi Sumut.
“Nah itulah pesan yang mau disampaikan di situ. Nanti bersatu lagi sama Asahan, kan nggak enak juga, kan gitu. Bukannya mekar, menciut, nah itu dia,” ungkap Bobby.
Tidak hanya soal penciutan daerah, Bobby juga mengingatkan permasalahan keuangan daerah yang terus mempengaruhi program dan realisasi pembangunan daerah. Ia tidak mau daerah terus menerus mengeluh. “Apalagi dengan kondisi keuangan kita hari ini, takutnya nanti ngeluh masalah PPPK,” jelasnya.
Terakhir Bobby mengingatkan Bahar untuk terlebih dahulu belajar melaksanakan kewenangan dan program-program Provinsi Sumut dengan menggunakan APBD Batu Bara.
“Nah ini kalau mau belajar jadi provinsi pak Bahar, bisa. Wewenang provinsi, kerja-kerja provinsi dikerjakan lah pakai APBD Batu Bara. Bercanda, bercanda ini pak, tapi ada seriusnya juga sedikit,” ujar Bobby yang juga disambut tawa para peserta Musrenbang.
Merespon pernyataan Bobby, Bahar tampak tersenyum. Ia juga tampak tenang dan sesekali merespon para bupati dan wali kota yang melempar candaan dan senyum kepada dirinya.
Sebelumnya pada Senin (13/4/2026) di Kantor Bupati Batu Bara, Baharuddin Siagian selaku Ketua Dewan Pembina Komite Pemekaran Sumatera Pantai Timur, memfasilitasi pertemuan silaturahmi bertajuk rembuk pembangunan bersama tokoh Asahan Labuhanbatu (Aslab).
Pada kesempatan itu, Bahar menyampaikan rencana pemekaran Sumatera Pantai Timur itu bukan untuk memecah belah persatuan di Sumut, melainkan untuk memperkuat sinergi untuk kemajuan Aslab dan Kabupaten Batu Bara. (bps)





