Kudapan Ceker Ayam Ridho. (istimewa)
InfraSumut.com – Medan. Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) penganan ceker ayam ini cukup dikenal warga Jalan Menteng 7, Kelurahan Medan Tenggara.
Selain rasanya yang khas, usaha ini telah berlangsung berpuluh tahun. Susilawati dan Aduansyah pengelola usaha ceker ayam ini mengaku sebagai generasi ketiga.
“Usaha ceker ayam ini sudah ada sejak tahun 1960. Gula aren membuat manis ceker ayam ini natural,” sebut Susilawati di Medan, Selasa (12/09/2023).
Produknya diberi nama Ceker Ayam Ridho. Kudapan ceker ayam mereka memiliki rasa khas karena memakai bahan ubi jalar dan gula aren asli.
Dia menyebutkan, setiap hari dia membutuhkan 100 kg ubi jalar. Dan pada setiap minggu sebanyak 300 kg ceker ayam terjual.
“Harganya terjangkau. Untuk ukuran kecil dibandrol harga 13 ribu dan ukuran besar 20 ribu,” ungkapnya.
Dia mengatakan, untuk memesan dan meilhat langsung proses pembuatan ceker ayam pembeli bisa datang langsung ke Jalan Menteng 7 Gang Seroja Lingkungan 11 Kelurahan Medan Tenggara, Kecamatan Medan Denai.
“Pembeli juga bisa memesan melalui instagram Shasibuan96,” ucapnya. (wst)





