Edy Rahmayadi mengapresiasi kinerja Polda Sumut yang berhasil mengungkap kasus pembakaran rumah menetaskan wartawan Sempurna Pasaribu dan keluarga. (istimewa)
InfraSumut.com – Medan. Tak lama setelah perayaan HUT Bhayangkara ke-78 tahun 2024, Kepolisan RI melalui Polda Sumatera Utara, terus menunjukkan semangat kinerja yang patut diacungi jempol.
Pasalnya Polda Sumut berhasil mengungkap kasus pembakaran rumah di Jalan Nabung Surbakti, Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo, Kamis (27/6/2024) dinihari, yang menewaskan wartawan Sempurna Pasaribu dan keluarganya.
“Kinerja Polda Sumut dan jajaran patut kita apresiasi yang telah mengungkap kasus pembakaran rumah wartawan ini,” ujar Tokoh Masyarakat Sumut, Edy Rahmayadi, kepada wartawan, Jumat (12/7/2024).
Gubernur Sumut 2018-2023 itu mendukung sepenuhnya Polda Sumut menuntaskan kasus tersebut. Sebab atas nama apapun, tidak dibenarkan melakukan pembunuhan. Seharusnya pendekatan dialog lebih dikedepankan dalam setiap permasalahan.
“Ini sangat keji, tidak berperikemanusiaan. Kita dorong Polda Sumut terus bersemangat mengusut tuntas kasus ini hingga kemudian nantinya ada hukuman setimpal bagi terduga pelaku sesuai ketentuan,” ujar Edy Rahmayadi, mantan Pangkostrad itu.
Ia juga mengajak masyarakat mendukung kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut. Misalnya jika mengetahui informasi menyangkut kasus ini, diharapkan turut memberi tahu kepolisian demi terwujudnya kebenaran dan keadilan.
Kepada keluarga duka, Edy Rahmayadi mengimbau tabah dan menyerahkan penderitaan ini kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. “Berdoa lah selalu kepada Tuhan, karena dibalik kesusahan umatNya, Tuhan pasti hadir menolong,” ujarnya.
Selain kepada kepolisian, Edy Rahmayadi juga mengapresiasi kinerja Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sumatera Utara terdiri dari lembaga profesi jurnalis, yakni AJI Medan, IJTI Sumut, PFI Medan dan FJPI, yang sebelumnya ikut berjuang mengungkap kasus ini dengan menemukan adanya kejanggalan terkait kebakaran rumah Sempurna Pasaribu tersebut.
Edy Rahmayadi mengaku prihatin atas kasus ini. Terlepas dari ada tidaknya kesalahan Sempurna Pasaribu sebagai wartawan dalam menjalankan tugasnya, namun sangat ia sesalkan berujung pada pembunuhan.
Mantan Pangdam I/Bukit Barisan ini mengatakan kerja jurnalistik wartawan, harus didukung untuk memproduksi informasi yang penting, mendidik dan mencerahkan, bahkan menghibur masyarakat.
Ia mengisahkan hari-harinya tidak terlepas dari sorotan wartawan, baik selama bertugas di kemiliteran, maupun sebagai Gubernur Sumut periode lalu, termasuk hingga saat ini.
“Apakah itu berita baik, berita buruk, yang merugikan saya misalnya, ya itulah dinamisnya kerja jurnalistik. Tapi saya akui, ada hubungan emosional dengan teman-teman wartawan,” ungkap Edy Rahmayadi.
Sebelumnya Polda Sumut mengungkap kasus pembakaran rumah yang menyebabkan tewasnya wartawan Sempurna Pasaribu dan keluarga dengan cara ilmiah lewat metode metode Scientific Crime Investigation (SCI).
Hingga saat ini, Polda Sumut telah menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus tersebut, yakni RAS, YT dan terakhir B alias Bulang. Polda juga terus bekerja untuk kasus ini, sehingga tidak tertutup kemungkinan bertambah tersangka baru. (bps)





