Hadiri Rakernas Gapensi, Dirjen Bina Konstruksi Ajak Pelaku Konstruksi Dorong Teknologi Konstruksi Berbasis Industri 4.0

Gambar Gravatar

Dirjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR, Rachman Arief Dienaputra, menghadiri Rakernas Gapensi, Rabu (05/07/2023). (dok kementerian pupr)

InfraSumut.com – Banten. Dirjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR, Rachman Arief Dienaputra, mewakili Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, memberikan Keynote Speech sekaligus membuka perhelatan pameran di sektor industri building material dan interior “IndoBuidTech Expo” dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Gabungan Pelaksana Konstruksi Indonesia (Gapensi) di ICE BSD Tangerang, Banten, Rabu (05/07/2023).

Dirjen Rachman Arief Dienaputra menyampaikan event besar IndoBuildTech Expo 2023 dapat menjadi momentum untuk mempertemukan para pelaku pembangunan infrastruktur, tidak hanya pemerintah.

Bacaan Lainnya

Lebih dari itu, para pelaku usaha yang seyogianya dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebangkitan kembali bisnis sektor konstruksi dan industri material kontruksi sebagai bentuk dukungan bagi masyarakat jasa konstruksi dalam pembangunan infrastruktur nasional.

Hal tersebut sejalan dengan kebijakan Presiden Joko Widodo, bahwa pembangunan infrastruktur yang masif menjadi modal Indonesia untuk meningkat menjadi negara maju dan tidak lagi terperangkap sebagai negara berkembang.

“Pemerintah akan terus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur, mengingat bahwa infrastruktur merupakan pondasi bagi Indonesia untuk mampu berkompetisi dengan negara-negara lain, bisa dilihat dari data statistik BPS bahwa nilai rata-rata di sektor konstruksi terhadap PDB nasional cukup besar yakni 10,6 persen dan ini merupakan penyumbang PDB terbesar,” ujar Dirjen Rachman Arief Dienaputra, dilansir dari laman Ditjen Bina Konstruksi, Sabtu (08/07/2023).

Dirjen Rachman Arief Dienaputra menambahkan pembenahan terhadap tata kelola rantai pasok material dan peralatan konstruksi akan terus masif dilakukan oleh Pemerintah terkhusus Kementerian PUPR untuk memastikan ketersediaannya baik dari segi kuantitas dan kualitas.

Pada saat ini Kementerian PUPR secara masif melaksanakan kegiatan gerakan Bangga Buatan Indonesia (BWI) yang menjadi  salah satu upaya mendorong pengusaha lokal mendapatkan banyak peluang dari pembangunan infrastruktur nasional.

“Saya sampaikan bahwasanya penggunaan produk dalam negeri kementerian PUPR sebesar 104,98 Triliun atau 130,44 persen dari target Rp 80,48 triliun. Ini semua dilakukan demi menggairahkan pengusaha konstruksi lokal untuk lebih banyak memproduksi material dan peralatan yang lebih baik lagi,” ungkap Dirjen Rachman Arief Dienaputra.

Selanjutnya Dirjen Bina Konstruksi pada Rakernas Gapensi 2023 juga turut menyampaikan mengenai Digital Governance yang dimana pada saat ini Pemerintah telah memberlakukan kebijakan digitalisasi dalam proses pengadaan, perencanaan, perancangan, pelaksanaan dan pengawasan di sektor konstruksi.

Ia mengharapkan Gapensi untuk selalu membina seluruh anggota agar terus beradaptasi dengan kebijakan digitalisasi tersebut dan meningkatkan kapasitas dalam menuju sektor jasa konstruksi 4.0.

“Dalam proses adaptasi terhadap digitalisasi sektor jasa konstruksi memang butuh penyesuaian, namun kita harus yakin dan memandang jauh kedepan bahwa perubahan ini akan membawakan hasil yang baik bagi sektor jasa konstruks,” terangnya.

Ditambahkannya, Gapensi sebagai mitra Pemerintah diharapkan mampu beradaptasi terhadap perubahan strategis, baik dalam perubahan kebijakan dan peraturan perundangan, maupun perkembangan teknologi dan informasi terbaru.

Kolaborasi dan kerja sama antar pemerintah dan swasta harus terus dilakukan untuk membentuk atmosfer sektor konstruksi yang lebih inovatif, maju dan handal.

Pemerintah melalui UU Jasa Konstruksi Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi, diberi amanah untuk membangun Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang disebut Sistem Informasi Jasa Konstruksi Terintegrasi (SIJKT).

Hal itu sejalan dengan bangsa Indonesia yang saat ini tengah beradaptasi terhadap fenomena perubahan teknologi digital yang berdampak pada semua aktivitas termasuk dalam penyelenggaraan konstruksi, yaitu industrial revolution 4.0.

Diselenggarakannya IndoBuildTech Expo 2023 diharapkan mampu menjadi penguat antar lembaga, mitra serta pihak terkait guna meningkatkan semangat mendorong pemulihan perekonomian nasional.

Dengan adanya agenda baru di IndoBuildTech Expo 2023berupa “IndoBuildTech Awards”, juga diharapkan mampu menjadi ajang untuk mempererat business and professional networking antar peserta, yang tentunya dapat memberikan dampak positif bagi kemajuan perkembangan industri terkait building material, interior, properti dan konstruksi Indonesia di masa mendatang.

Turut hadir Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional, Taufik Widjojono, Ketua Umum Gapensi Iskandar Z Hartawi, Direktur Kelembagaan dan Sumber Daya Konstruksi Nicodemus Daud, Direktur Pengembangan Jasa Konstruksi Indro Panjta Pramodo, Kepala Balai Jasa Konstruksi Wilayah III Jakarta Samuel Tampubolon. (bps)

Pos terkait