Masyarakat ramai-ramai mengantre untuk mengisi BBM pada kendaraannya, di SPBU Jalan Gajah Mada Medan, Sabtu (29/11/2025). (dok/istimewa)
InfraSumut.com – Medan. Masyarakat Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara, masih dihadapkan dengan kesulitan usai bencana banjir, Kamis (27/11/2025).
Warga kesulitan untuk mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM), baik pertalite, solar maupun pertamax serta dexlite.
Kondisi yang masih terjadi hingga Sabtu (29/11/2025) ini, disebabkan SPBU-SPBU yang ada di Kota Medan, tidak mampu memenuhi kebutuhan BBM masyarakat.
Di SPBU Coco 11.201.102 Jalan Merak Jingga Medan, Jumat (28/11/2025) malam, kericuhan hampir pecah. Sebab masyarakat yang kesulitan mencari BBM, harus rela tak mendapatkannya meskipun sudah lama mengantre. Pasalnya SPBU tersebut hendak ditutup karena batas jam operasional sudah tiba.
Di SPBU SPBU 14.201.192 Jalan Gajah Medan, Sabtu (29/11/2025), kendaraan yang akan mengisi BBM mengantre panjang. Petugas di sana tampak melakukan penertiban antrean. Kondisi ini mengakibatkan terganggunya arus lalu lintas.
Di hari yang sama, antrean masyarakat untuk mengisi BBM, juga terlihat di SPBU Coco 11.201.101 Jalan Yos Sudarso Medan, persis di samping Kantor Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut.
Wali Kota Medan, Rico Waas, Sabtu siang menyampaikan harapannya agar BBM dapat tersedia cukup di SPBU-SPBU yang ada di Kota Medan. “Agar nantinya masyarakat tetap bisa mendapatkan pelayanan BBM,” ujar Rico Waas di Rumah Dinas Wali Kota, Jalan Jenderal Sudirman, Kita Medan.
Sebelumnya, Gubernur Sumut Bobby Nasution Bobby Nasution mengatakan persoalan kelangkaan BBM yang mulai terjadi di sejumlah wilayah, dipicu cuaca buruk yang melanda Sumut dalam beberapa hari terakhir, sehingga menghambat proses distribusi BBM melalui jalur laut.
Menurut Bobby, kapal tanker pengangkut BBM sebenarnya telah tiba di Pelabuhan Belawan. Namun tingginya ombak membuat kapal belum bisa bersandar untuk melakukan proses loading bahan bakar.
“Kemarin sudah kita koordinasikan, karena di Belawan ombak tinggi, tanker (pembawa BBM) sudah ada cuma belum bisa disambungkan loading bahan bakarnya,” kata Bobby, di Lanud Soewondo, Medan, Jumat (28/11/2025).
Karena itu, stok BBM pun didatangkan dari daerah terdekat seperti Pekanbaru, Riau. Ia mengungkapkan ada kurang lebih 30 truk yang akan membawa stok BBM ke Sumut. “Dari Pekanbaru sudah dikirim ada 30 truk, sedang dikirim ke sini,” kata Bobby. (bps)





