Kabar Baik! Perbaikan Jalan Gunting Saga Labura yang Viral Ditinjau Jokowi, Segera Rampung

Gambar Gravatar

Pembangunan Jalan Gunting Saga di Labura segera rampung. (dok bina marga)

InfraSumut.com – Labura. Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) segera menuntaskan perbaikan jalan Gunting Saga sepanjang 5 Km di Kabupaten Labuhanbatu Utara, Provinsi Sumatera Utara.

Kerusakan jalan yang sempat viral ditinjau Presiden Joko Widodo tersebut, ditangani melalui program Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 Tahun 2023 tentang Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah.

Bacaan Lainnya

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.2, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumut, Heri Handoko, pihaknya telah merampungkan sebagian pekerjaan, seperti perbaikan tanah dengan timbunan pilihan, aplikasi pondasi agregat kelas A, dan pengaspalan dua lapis.

“Agar struktur jalan lebih stabil maka dibuat TPT (Tembok Penahan Tanah) ditambah drainase box culvert di kedua sisi jalan. Jalan yang menghubungkan Desa Sialang Taji dan Desa Sonomartani sekarang memiliki lebar 5,5 meter dengan, bahu jalan beton setiap sisi selebar 50 centimeter,” ujar Heri belum lama ini.

Dilansir dari laman Ditjen Bina Marga, Minggu (17/12/2023), Kepala Satuan Kerja Pelaksana Jalan Wilayah I Provinisi Sumut, Dicky Erlangga, mengatakan progress paket pekerjaan senilai Rp 45,56 miliar ini sudah sangat baik, yaitu diatas 90%.

Dicky Erlangga optimistis sisa pekerjaan berupa sisa pengecoran bahu jalan, TPT, pengecatan marka, dan rambu rampung akhir Desember 2023.

“Setelah kita perbaiki, kondisi jalan di Paket Gunting Saga – Teluk Binjei sekarang sudah sangat berbeda, sudah sangat layak dilewati jika dibandingkan saat ditinjau Bapak Presiden pada bulan Mei lalu,” ungkap Dicky.

Dicky menerangkan pekerjaan berjalan baik tidak lepas dari sejumlah faktor pendukung berupa akses ke site yang mudah dan dukungan masyarakat sekitar akibat berpuluh tahun lamanya tidak ada perbaikan jalan secara tuntas.

Ruas yang terletak di Kecamatan Kualu Selatan ini berada di tengah perkebunan kelapa sawit dan merupakan akses utama arus barang dan jasa. Kualitas aktifitas ekonomi dan sosial masyarakat sangat bergantung pada kondisi jalan ini.

Sementara itu Ahmad Nasution, warga Dusun Titipayung, Desa Sonomartani menjelaskan dahulu dirinya memerlukan waktu 2 jam untuk menempuh jarak 35 km menuju ibukota kabupaten, Aek Kanopan. Sekarang setelah diperbaiki hanya membutuhkan waktu 45 menit bahkan di kondisi musim hujan.

Bagi Ahmad, dampak ekonomi jalan baru yang mulus sudah terasa. Nilai jual panen buah kelapa sawit dari kebun miliknya sudah setara dengan hasil kebun lain.

“Sehingga hasil sawit kita sekarang harganya juga melonjak. Selama ini kalau diluar sana perkilo Rp.1500 disini hanya Rp.1000. Hancur jalan, siapa yang mau angkut?,” pungkasnya. (bps)

Pos terkait