Dirut Kimia Farma, David Utama (kanan duduk) menandatangani MoU dengan President Sinopharm International, Zhou Song (kiri duduk), disaksikan Dirut ektur Utama Bio Farma Group, Honesti Basyir, (kanan berdiri) dan Chairman of Sinopharm, Liu Jingzhen (kiri berdiri) di Beijing, Maret 2023. (istimewa)
InfraSumut.com – Jakarta. Biofarma Group melalui anak usahanya, Kimia Farma, telah mengembangkan dan meningkatkan potensi bisnis dengan dengan menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Sinophram di Beijing, Maret 2023 lalu.
MoU tersebut ditandantangani Direktur Utama KAEF, David Utama, dan President Sinopharm International, Zhou Song, dan disaksikan Direktur Utama Holding BUMN Farmasi, Honesti Basyir, dan Chairman of Sinopharm, Liu Jingzhen.
AdapunMoU yang ditandatangani tersebut adalah terkait Kerjasama pengembangan Bahan Baku Obat (BBO), Traditional Chinese Medicei (TCM) dan Project Platform TB.
Direktur Utama Holding BUMN Farmasi, Honesti Basyir, menyampaikan bahwa Biofarma Group telah menjalin berbagai global collaboration sebagai upaya meningkatkan ketahanan kesehatan farmasi nasional.
“Saat ini produk dan layanan Biofarma Group telah digunakan di lebih dari 150 negara. Selain itu, kami telah menjalin kerjasama dengan berbagai perusahaan global lainnya,” ujar Dirut Honesti Basyir dalam keterangan tertulis, Sabtu (15/04/2023).
Kerjasama itu diantaranya dengan perusahaan Farmasi Inggris, Profactor Pharma untuk pengembangan blood product Recombinant Factor VIII, kerjasama Bio Farma dengan Google Cloud, Fitbit dan Connectedlife pada inisiatif kesehatan digital baru.
Kemudian kerjasama dengan MSD untuk memproduksi secara lokal vaksin 4-valent human papillomavirus (HPV), sebagai upaya dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui sinergi, inovasi, dan kolaborasi.
Dengan ditandatanganinya MOU antara KAEF dengan Sinopharm, kata Honesti Basyir, menjadi kesempatan yang baik bagi Biofarma Group untuk terus menjaga ketahanan kesehatan bangsa.
Hal itu sejalan dengan salah satu program utama Kementerian Kesehatan yaitu meningkatkan ketahanan kefarmasian dan alat Kesehatan.
Salah satu agenda peningkatan ketahanan sektor farmasi adalah meningkatkan pemenuhan kebutuhan Bahan Baku Obat (BBO)/Active Pharmaceutical Ingredients (API) kimia, produk biologi, vaksin, produksi dalam negeri.
“Vaksin IndoVac produksi Bio Farma merupakan salah satu hasil nyata kemandirian industri farmasi nasional dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sembilan puluh persen,” papar Honesti Basyir.
Direktur Utama Kimia Farma, David Utama, menyampaikan Kesepakatan tersebut merupakan kelanjutan dari kolaborasi antara Kimia Farma dengan Sinopharm yang telah terjalin baik sewaktu penanganan Covid-19.
Dirut David Utama mengatakan Kimia Farma mendukung ketahanan Kesehatan nasional, salah satunya dengan penguatan dan percepatan Bahan Baku Obat (BBO). “Saat ini Kimia Farma telah memproduksi 14 BBO dan kita akan terus tingkatkan,” ujarnya.
Lebih lanjut Dirut David Utama menyampaikan bahwa kesepakatan ini juga merupakan bentuk hubungan bilateral kedua negara untuk meningkatkan dan mendorong transformasi industri Kesehatan. (ben)





