Gubernur Sumut Bobby Nasution menghadiri Pembukaan KKSU 2026 yang dibuka Deputi Gubernur BI Thomas Djiwandono di Laguna Atrium, Delipark Mall, Medan, Sabtu (25/7/2026). (dok/istimewa)
InfraSumut.com – Medan. Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, mengapresiasi penyelenggaraan Karya Kreatif Sumatera Utara (KKSU) 2026 sebagai upaya memperkuat daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
KKSU 2026 diharapkan mampu menggerakkan sektor swasta, mengoptimalkan potensi dalam negeri, serta menjadikan UMKM sebagai akselerator pertumbuhan ekonomi daerah di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Sumut Bobby Nasution saat menghadiri Opening Ceremony Karya Kreatif Sumatera Utara (KKSU) 2026 yang digelar di Lobi Delipark Mall, Kota Medan, Sabtu (25/7/2026).
Kegiatan tahunan yang digagas Bank Indonesia (BI) bekerja sama dengan Pemprov Sumut itu mengusung tema “Dari Lokal ke Global: Mendorong UMKM yang Inovatif, Inklusif, Berkelanjutan, dan Berdaya Saing Internasional.”
Dalam sambutannya, Bobby menegaskan bahwa UMKM memiliki peran strategis sebagai motor penggerak ekonomi daerah. Sejalan dengan target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8%, Sumut ditargetkan mampu mencatatkan pertumbuhan ekonomi pada kisaran 6,7% hingga 7,1%.
“Untuk mengimbangi penyesuaian anggaran dan dinamika ekonomi global, kita harus menggerakkan sektor swasta dan mengoptimalkan potensi dalam negeri, khususnya para pelaku UMKM. Kualitas produk Sumut, baik wastra maupun kuliner, tidak perlu diragukan lagi dan sangat mampu bersaing di tingkat nasional maupun global,” ujar Bobby Nasution.
Pada kesempatan tersebut, Bobby juga mendorong perubahan orientasi pemasaran UMKM dari sekadar menjual langsung kepada konsumen (business to consumer/B2C) menjadi mampu memasuki rantai industri dan menarik minat investor melalui skema business to business (B2B).
Untuk mewujudkan hal itu, Pemprov Sumut berkomitmen memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM, mulai dari peningkatan kualitas kemasan (packaging) hingga penyusunan studi kelayakan (feasibility study), sehingga produk menjadi lebih bankable dan menarik bagi investor.
Deputi Gubernur Bank Indonesia, Thomas Aquinas Muliatna Djiwandono, yang secara resmi membuka KKSU 2026 mengapresiasi ketahanan ekonomi Sumut yang mampu mencatatkan pertumbuhan sebesar 4,98% di tengah tantangan ekonomi global.
Ia menegaskan, BIa terus memperkuat kebijakan insentif likuiditas makroprudensial bagi perbankan guna memperluas akses pembiayaan yang terjangkau bagi sektor UMKM.
“Tema tahun ini mencerminkan komitmen bersama untuk memperkuat ekosistem UMKM daerah agar naik kelas. KKSU menjadi jembatan konkrit yang mempertemukan UMKM dengan mitra pembiayaan, mitra dagang, serta pasar yang lebih luas,” ungkap Thomas.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumut, Ameriza M Moesa, melaporkan KKSU 2026 yang merupakan penyelenggaraan ke-7 sejak pertama kali digelar pada 2020 melibatkan lebih dari 600 pelaku usaha dan 48 mitra strategis. Rangkaian kegiatan berlangsung pada 15-26 Juli 2026.
Hingga hari pembukaan, KKSU 2026 mencatatkan capaian transaksi yang signifikan. Penjualan ritel telah melampaui Rp900 juta, sementara kesepakatan bisnis (business matching) mencapai Rp22 miliar melalui kerja sama pembiayaan dan perdagangan antara UMKM dengan global player, agregator, serta industri perhotelan. Selain itu, potensi kerja sama dan investasi telah mengakumulasi nilai lebih dari Rp80 miliar.
KKSU 2026 juga menghadirkan berbagai agenda utama, antara lain Sumatra Export Celebration, Medan Digifestival, edukasi literasi keuangan dan digitalisasi pembayaran melalui QRIS, serta bazar produk unggulan UMKM, wastra, dan kuliner khas Sumut. (bps)





