KNEKS Akselerasi Pengembangan Ekonomi Syariah Lewat Literasi

Gambar Gravatar

Ilustrasi KNEKS. (istimewa)

InfraSumut.com – Jakarta. Indonesia dengan jumlah penduduk muslim terbanyak di dunia, berpotensi besar menggapai visi untuk menjadi pusat halal dunia.

Namun demikian, Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Sutan Emir Hidayat menyebut bahwa tingkat literasi ekonomi syariah baru 23,3% pada tahun 2022, sedangkan tahun 2019 masih 16%.

Bacaan Lainnya

Direktur KNEKS Sutan Emir Hidayat menjelaskan berbagai langkah untuk mengakselerasi pengembangan ekonomi syariah di Indonesia, khususnya tingkat literasi masyarakat.

KNEKS di bawah naungan Kementerian Keuangan membuat brand ekonomi syariah yang telah diluncurkan oleh Bapak Presiden pada 25 Januari tahun 2021 di Istana Negara bersamaan dengan gerakan nasional wakaf uang.

Lebih lanjut, dikatakan Sutan Emir Hidayat, KNEKS juga telah melakukan pengembangan dan penyelarasan sistem pendidikan rumpun ekonomi syariah, mengembangkan SDM dan ekosistem talenta industri halal dan keuangan syariah.

“Kemudian menerbitkan buku edukasi dan literasi ekonomi syariah, serta mengadakan program training of trainers untuk peningkatan kompetensi dosen dan guru ekonomi syariah yang sedang berlangsung hingga sekarang,” ujar Direktur KNEKS Sutan Emir Hidayat dikutip dari laman Kemenkeu, Jumat (24/03/2023).

Tidak hanya itu, ujar Direktur KNEKS Sutan Emir Hidayat, juga telah melakukan implementasi diversifikasi kurikulum ekonomi syariah di pendidikan menengah serta silabus pelatihan berbasis kompetensi industri halal dan keuangan syariah.

Dilakukan juga implementasi peta Jalan Pembangunan SDM dan talenta sektor ekonomi dan keuangan syariah, serta menerbitkan beberapa buku untuk anak usia dini. Menurut Emir, hal yang juga penting lagi adalah berupa inovasi dalam bidang digital.

Sementara itu, pada bulan Ramadan 1444 H atau tahun 2023, akan dilaksanakan event bertajuk Nasional Halal Fair. Tujuannya untuk semakin meliterasi masyarakat terkait ekonomi syariah terutama dikalangan grass root, yaitu masyarakat umum dan juga pegiat UMKM.

Di sisi lain, terdapat tantangan dalam upaya peningkatan literasi masyarakat terkait ekonomi syariah tersebut. Di antaranya, dikatakan Emir, yaitu terletak pada bentuk pendekatan atau cara yang sesuai dalam melakukan literasi ke masyarakat.  

Meskipun demikian, Emir berharap agar infrastruktur ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia dapat terus berkembang dan menjadi semakin maju.

Dengan adanya peningkatan literasi, tentu akan membantu meningkatkan perekonomian Indonesia secara keseluruhan, terlebih setelah pandemi Covid-19 yang memerlukan alternatif-alternatif arus baru perekonomian.

Dengan keterlibatan yang lebih besar dari semua pihak, baik dari investor dan masyarakat secara umum, maka perkembangan ekonomi syariah semakin pesat ke depannya. (omo)

Pos terkait