Tim medis melayani kesehatan masyarakat dalam program Bus BKB Sumut yang dihadirkan pada masa Gubernur Sumut Edy Rahmahadi. (istimewa)
InfraSumut.com – Medan. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, Alwi Mujahit Hasibuan, mengatakan program Bus Bakti Kesehatan Bermartabat (BKB) Sumut itu terbukti telah banyak membantu kesehatan masyarakat.
Program Bus BKB Sumut terus dilanjutkan untuk melayani kebutuhan pengobatan bagi masyarakat di 33 kabupaten/kota di Sumut.
Dikatakan Alwi Mujahit Hasibuan, sejak diluncurkan pada 2021 oleh Gubernur Sumut Edy Rahmahadi ketika itu, layanan kesehatan dari Bus BKB Sumut telah menjangkau 7.561 orang di 33 kabupaten/kota di Sumut.
Alwi Mujahit Hasibuan merincikan, Bus Bakti BKB Sumut sudah mengoperasi bibir sumbing sebanyak 181 orang, pelayanan sunat 4.130 orang dan pelayanan lainnya 3.280 orang
“Jadi memang sesuai fungsinya, Bus Bakti Kesehatan Bermartabat ini untuk melayani masyarakat Sumut yang sulit mengakses kesehatan, seperti di daerah-daerah yang umumnya jauh dari fasilitas kesehatan yang memadai,” kata Alwi kepada wartawan di Medan, Kamis (02/11/2023).
“Bus BKB ini ada ditempat-tempat sulit, terpencil, kepulauan, terus perbatasan dan pinggir yang memang secara kondisi daerahnya itu memang sulit dan tak mudah, untuk memenuhi sarana dan prasarananya,” sambung Alwi.
Alwi menyampaikan pada tahun 2020, Universal Health Coverage (UHC) Sumut masih berada diangka 72%. Artinya terdapat 28% masyarakat yang tidak dapat mengakes layanan kesehatan yang baik.
“Ke depan ini tentu akan berjalan terus, karena tingkat penerimaan masyarakat sangat baik artinya memang ini dibutuhkan oleh masyarakat, dengan demikian kita akan mengupayakan pendanaannya secara maksimal,” kata Alwi.
Lebih lanjut Alwi Mujahit menjelaskan, Dinkes Sumut juga sudah menganggarkan untuk melanjutkan program ini di tahun 2024. Apalagi Bus BKB ini bisa menjawab persoalan persoalan masyarakat yang sebelumnya tidak bisa menjangkau layanan kesehatan, karena persoalan wilayah yang sulit dijangkau.
“Dengan demikian kita dapat menyelesaikan sebagain masalah, dan selebihnya dengan cara yang lain. Yang banyak itu untuk Khitan, operasi bibir sumbing, terus operasi kecil lainnya, Ini semunya kan gratis ditanggung Pemprov Sumut,” ungkapnya. (bps)





