Maju Lagi di Pilgub Sumut 2024, Edy Rahmayadi Ingatkan Pendukungnya Tak Tergoda Bansos

Gambar Gravatar

Edy Rahmayadi mengumumkan niatnya maju kembali di Pilgubsu 2024 pada Halal Bi Halal di Posko AMIN Sumut, Minggu (21/4/2024). (bps)

InfraSumut.com – Medan. Edy Rahmayadi dalam kapasitasnya sebagai Ketua Tim Pemenangan Daerah (TPD) AMIN Sumut, menggelar Halal Bi Halal Idulfitri 1445 H, di Posko AMIN Sumut, Jalan Jenderal Sudirman Medan, Minggu (21/4/2024).

Pada kesempatan itu, Edy Rahmayadi menyampaikan niatnya maju kembali di Pilgub Sumut tahun 2024. Namun ia mengingatkan para pendukungnya tidak tergoda serangan bantuan sosial (bansos) nantinya.

Bacaan Lainnya

Gubernur Sumut 2018-2023 itu mengatakan partai-partai di Sumut, telah membuka pendaftaran untuk Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut periode 2024-2029.

“Saya selaku ketua TPD, dan partai-partai sudah membuka pendaftaran untuk Pilkada, pendaftarannya itu di bulan Agustus, tanggal 26-27, pendaftaran ke KPU,” ujar Edy Rahmayadi pada acara yang juga dihadiri para pimpinan Parpol di Sumut pendukung AMIN.

Ia menyebutkan minimal 3 syarat untuk menjadi umarah (pemimpin pemerintahan). Pertama harus diusung partai, kedua memiliki ijazah dan ketiga sanggup menyiapkan biaya (cost) politik.

“Harus ada kendaraan dari partai, yang kedua memenuhi persyaratan, minimal ijazahnya SMA. Kalau pun SMA nya ada pagi, siang, sore, malam, yang penting dia punya ijazah SMA,” candanya.

Edy Rahmayadi, mantan Pangkostrad itu mengaku masih berusaha untuk meyakinkan partai-partai bersedia mengusungnya.

“Saya maju mencalonkan, apakah sudah lolos jadi calon? wallahualam!. Saya berusaha untuk partai mau sama saya, tapi ini kan mau saya, kalau tak mau partai itu juga kita tidak bisa memaksa, inilah sistem politik kita,” ujarnya.

Kemudian jika partai-partai mengusungnya, maka masyarakatlah yang diharapkannya untuk memilih dirinya. Namun ia mewanti-wanti datangnya banjir bansos.

“Kalau nanti insyallah partai menyiapkan perahu saya untuk berlayar, siapa airnya, inilah emak-emak, bapak-bapak, mau memilih saya nggak, itu lagi yang jadi persoalan,” ujar Edy yang dijawab mau secara spontan oleh para pendukungnya.

“Kalau hanya ini yang mau, tak menang itu, ini pas teriak-teriak disini mau, datanglah bansos, tupntup tupp berubah semua itu. Inilah yang sedang di MK-kan, orang yang milih nayak kok jadi sedikit,” ujarnya mengingatkan.

Lantas ia mengatakan siapapun mau maju di Pilgubsu 2024, silahkan. Namun yang tidak boleh adalah ketika seorang calon merusak tataan demokrasi RI, menjadi pecundang dan pengkhianat bangsa.

“Termasuk saya memang inginnya maju ini, saya harus menang, tapi kalau kalah, Allah sudah takdirkan saya tak cocok jadi umarah, harusnya beginilah Republik ini,” jelas Edy.

Karena itu, segera setelah ia memproklamirkan diri maju di Pilgubsu 2024, ia memohon agar partai memberikan perahu untuk berlayar.

“Untuk itu doain juga, kadang-kadang partai main tiko juga ini. Jadi siapapun partainya, berarti partai yang ada di Indonesia, itulah partai yang sah berdasarkan undang-undang. Setuju?,” tanya Edy, yang langsung dijawab setuju para pendukungnya.

Diberitakan sebelumnya, Edy Rahmayadi melalui timnya telah mengambil formulir pendaftaran untuk calon Gubernur Sumut dari PDI Perjuangan Sumut, Sabtu (20/4/2024).

Adapun PDIP menjadi partai yang pertama disambangi Edy Rahmayadi. Sebelumnya pada Pilgub 2018, kandidat PDIP kala itu, Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus menjadi lawan Edy Rahmayadi bersama Musa Rajekshah. Hasilnya Edy dan Musa Rajekshah keluar sebagai pemenang. (bps)

Pos terkait