PT Timah berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 1,04 triliun pada tahun 2022. (istimewa)
InfraSumut.com – Jakarta. PT Timah Tbk (“Perseroan”: IDX: TINS) telah mengumumkan Laporan Keuangan Konsolidasian untuk periode yang berakhir 31 Desember 2022 yang telah diaudit.
Di tahun 2022, PT Timah berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 1,04 triliun di tengah fluktuasi harga jual logam timah yang cukup tinggi.
Kinerja Perseroan yang baik hingga akhir tahun 2022 didorong oleh upaya efisiensi di seluruh rantai bisnis, penurunan interest bearing debt dan konsistennya peningkatan kinerja anak usaha segmen non pertimahan.
PT Timah berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp12,50 triliun seiring dengan penurunan beban pokok pendapatan sebesar 11% dan beban usaha sebesar 6%.
PT Timah memproduksi bijih dan logam timah tahun 2022 masing-masing sebesar 20.079 ton dan 19.825 metrik ton serta penjualan logam tahun 2022 sebesar 20.805 metrik ton.
Berdasarkan kinerja tersebut, perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp 1,04 triliun melampaui target yang ditentukan perseroan.
Posisi nilai aset PT Timah pada akhir tahun 2022 sebesar Rp 13,07 triliun. Sementara posisi liabilitas sebesar Rp 6,03 triliun, turun 28% dibandingkan posisi akhir tahun 2021 sebesar Rp 8,38 triliun dikarenakan berkurangnya pinjaman jangka pendek.
“Perseroan berhasil menurunkan interest bearing debt berupa pinjaman bank, liabilitas supplier financing dan utang obligasi sebesar 41 persen menjadi Rp 3 triliun dari posisi akhir tahun 2021 sebesar Rp 5,11 triliun,” ujar Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Timah, Fina Eliani.
Dilansir dari laman Kementerian BUMN, Minggu (26/03/2023), Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Timah, Fina Eliani, mengatakan posisi ekuitas sebesar Rp 7,04 triliun, naik 12% dibandingkan posisi akhir tahun 2021 sebesar Rp 6,31 triliun.
Kinerja keuangan Perseroan menunjukkan hasil yang baik terlihat dari beberapa rasio diantaranya Net Profit Margin sebesar 8,3% dan penurunan Debt to Equity Ratio sebesar 0,86x (2021: 1,3x). Hal ini menunjukkan keberhasilan manajemen Perseroan dalam menurunkan beban utang dan bunga bank.
“Perseroan berhasil membukukan kinerja yang optimal hingga akhir tahun 2022 di tengah fluktuasi harga jual logam timah yang cukup tinggi. Kedepannya, Perseroan akan terus konsisten menjalankan efisiensi di seluruh rantai bisnis, serta mendorong peningkatan kinerja anak usaha,” ujar Direktur Fina Eliani. (rvs)





