Kepala Bappelitbang Sumut Dikky Anugerah Panjaitan, Kadis Pendidikan Sumut Alexander Sinulingga pada konferensi pers, Rabu (21/1/2026). (dok/infrasumut)
InfraSumut.com – Medan. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Bobby Nasution, memastikan gratis uang sekolah siswa SMA/SMK dan SLB Negeri di lima daerah terdampak bencana di Sumut.
Hal tersebut disampaikan Kepala Bappelitbang Sumut, Dr Dikky Anugerah Panjaitan, dalam konferensi pers di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro, Kota Medan, Rabu (21/1/2026).
Adapun kelima daerah tersebut adalah Kabupaten Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Langkat dan Kota Sibolga. “Berlaku untuk seluruh sekolah SMA/SMK dan SLB Negeri di lima kabupaten itu,” ujar Dikky.
Lebih lanjut Kepala Dinas Pendidikan Sumut, Alexander Sinulingga, yang juga hadir dalam konferensi pers itu menjelaskan uang sekolah gratis dalam Program Unggulan Bersekolah Gratis (PUBG) itu, nantinya akan diluncurkan pada tahun ajaran baru 2026/2027.
Sebelumnya uang sekolah gratis untuk lima daerah terdampak bencana juga telah diumumkan Pemprov Sumut berlaku untuk seluruh siswa SMA/SMK dan SLB Negeri tersebut di Kepulauan Nias.
Untuk lima kabupaten/kota terdampak bencana, terang Alexander, jumlah sasaran siswa mencapai sekitar 51 ribu orang dengan pagu anggaran sekitar Rp22 miliar.
Sementara untuk Kepulauan Nias, jumlah sasaran program ini diperkirakan mencapai sekitar 41 ribu siswa dengan total anggaran kurang lebih Rp21 miliar.
“Total anggaran yang kita siapkan untuk meng-cover Kepulauan Nias dan lima kabupaten/kota terdampak ini sekitar Rp43 miliar,” ungkapnya.
Lalu terkait mekanisme pelaksanaan, Alexander menyebutkan bahwa skema PUBG saat ini masih dalam tahap penyusunan melalui Peraturan Gubernur (Pergub).
Pergub tersebut yang akan menjadi petunjuk teknis pelaksanaan, khususnya terkait pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) daerah.
“Pergub ini nantinya menjadi dasar hukum yang wajib dilaksanakan oleh pihak sekolah dalam menjalankan program unggulan bersekolah gratis,” jelasnya.
Ditambahkannya, dana PUBG akan disalurkan langsung ke rekening sekolah dengan skema BOS daerah, tanpa membedakan latar belakang ekonomi siswa. Seluruh siswa akan diperlakukan setara dan sepenuhnya dikover oleh program ini.
“Tidak ada lagi istilah siswa mampu atau tidak mampu. Semua kita cover. Dana yang diterima sekolah justru akan lebih besar dibandingkan skema SPP yang berjalan saat ini, karena seluruh siswa dihitung penuh,” katanya.
Alexander juga menekankan arahan tegas Gubernur Sumatera Utara kepada seluruh kepala sekolah agar pelaksanaan PUBG tidak menurunkan kualitas pendidikan. Menurutnya, program ini justru harus menjadi penguat mutu layanan pendidikan di Sumut.
“Pak Gubernur sudah menegaskan, jangan sampai ada penurunan kualitas pendidikan dengan adanya program bersekolah gratis ini. Itu pesan utama beliau,” pungkasnya. (bps)





