Wakil Gubernur Sumut, Musa Rajekshah, dan Kepala BPBD Sumut, Tuahta Ramajaya Saragih, Senin (01/05/2023), meninjau dampak banjir bandang Sembahe, Deli Serdang. (istimewa)
InfraSumut.com – Sibolangit. Wakil Gubernur Sumatera Utara, Musa Rajekshah Senin (01/05/2023), meninjau dampak banjir bandang yang melanda beberapa bagian wilayah di Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang.
Wakil Gubernur Sumut, Musa Rajekshah didampingi Kepala BPBD Sumut, Tuahta Ramajaya Saragih, memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa banjir bandang yang terjadi pada Minggu (30/04/2023) sore itu.
Lebih lanjut Kepala BPBD Tuahta Ramajaya Saragih menjawab konfirmasi wartawan Senin siang, merinci dampak kerugian banjir bandang Sungai Betimus Sembahe. Pertama, kerusakan fasilitas wisata (pondok) alam pemandian sungai.
Kedua, 1 unit mobil mini bus (Avanza) milik Hendri Sitompul warga Psr 5 Padang Bulan Kota Medan hanyut terbawa arus.
Ketiga, 2 unit rumah rusak berat milik Rizman Jai (36) dan Ruslan Br Nainggolan (70) di Dusun IV Desa Bandar Baru, Sibolangit. “Sementara korban rumah rusak berat dan keluarganya mengungsi ke rumah saudara,” ujar Kepala BPBD Tuahta.
Keempat, yakni kerusakan pada saluran pipa air. “Kepada warga terdampak, sudah dilakukan penanganan berupa pemberian bantuan bahan pokok, selimut dan family kit dari BPBD Sumut dan dinas sosial,” kata Kepala BPBD Tuahta, seraya mengatakan pihaknya juga ikut membantu pembersihan lokasi banjir bandang.
Penyebab Banjir
Kepala BPBD Tuahta Ramajaya mengatakan pada Minggu (30/04/2023) pukul 13.00 WIB, seluruh wilayah Kecamatan Sibolangit hingga Kecamatan Namorambe, terdampak curah hujan tinggi yang berlangsung selama kurang lebih 4 jam. Curah hujan yang tinggi menyebabkan air Sungai Betimus meluap dan menyebabkan banjir.
Dari hasil sementara dari peninjauan yang dilakukan BPBD Sumut dan Deli Serdang, akibat tertahannya aliran air anak sungai di saluran drainase/parit disamping bahu jalan raya.
Hal itu akibat gundukan tanah dan truk muatan pupuk yang masuk ke saluran tersebut, dan pendangkalan drainase, sehingga tidak terbagi air drainase/parit yang mengalir ke hilir.
Selain curah hujan yang tinggi, kata Kepala BPBD Tuahta, banjir di Sembahe juga disebabkan oleh mobil truk bermuatan pupuk No Polisi9120 DP yang menutupi saluran irigasi.
Dampak
Dampak curah hujan yang tinggi tersebut, adalah meluapnya aliran anak sungai ke drainase sampai menggenangi jalan utama, Jalan Jamin Ginting Sibolangit-Berastagi di Desa Bandar Baru, sehingga sempat terjadinya kemacetan yang berlangsung cukup lama.
Kepala BPBD Tuahta Ramajaya Saragih menyebutkan ada 4 titik material batu bercampur pepohonan yang tumbang menutupi aliran air di hulu sungai.
Banjir besar yang membawa material batu dan pohon tumbang, merusak saluran pipa sumber air suplai kebutuhan rumah tangga warga desa bandar baru yang digunakan oleh hampir 80% warga, kerusakan sekitar 90% dari seluruh pipa yang sebelumnya terpasang.
Dampaknya juga terhentinya suplai air kebutuhan rumah tangga warga Desa Bandar Baru, yakni sebanyak 750 kk yang di kelolah oleh BUMDES Bandar Baru, Sibolangit.
Namun dari hasil penelusuran BPBD ke sungai, ditemukan ada beberapa titik dinding tebing sungai yang berpotensi rawan longsor dan dikhawatirkan akan menutupi kesuluruhan lebar sungai apabila sewaktu-waktu terjadi hujan dengan intensitas tinggi. (ben)





