Wartawan Pemprov Sumut Sayangkan Gubernur yang Diinilai Tak Ingin Bermitra

Gambar Gravatar

Buka puasa bersama pengurus dan anggota FWP di pressroom, Jumat (28/3/2025). (istimewa)

InfraSumut.com – Medan. Gubernur Sumatera Utara maupun Wakil Gubernur sibuk berkegiatan sejak resmi memimpin pemerintahan di Sumut pada 21 Februari 2025.

Sayangnya di tengah kesibukan Gubernur Sumut tersebut, wartawan yang sehari-harinya bertugas di lingkungan Pemprov Sumut mengungkap keprihatinan, yakni merasa tak dilibatkan.

Bacaan Lainnya

Hal tersebut disampaikan Ketua Forum Wartawan Pemprov Sumut (FWP), Zulkifli Harahap, pada acara buka puasa bersama pengurus dan anggota FWP di Pressroom Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Medan, Jumat (28/3/2025).

Pengurus dan anggota FWP mengamini pernyataan ketua. Namun meskipun demikian, FWP menurut Zulkifli, berkomitmen tetap solid dan kompak. “Karena itulah sejatinya kekuatan kita saat ini,” ujar Zul Gondrong, sapaan akrab Zulkifli Harahap.

Dikatakan Zul Gondrong, fakta bahwa wartawan tidak leluasa mengakses informasi di lingkungan Pemprov Sumut, tidak bisa dipungkiri. Bahkan tanda-tanda kepemimpinan saat ini untuk merangkul wartawan FWP, belum nampak juga.

Namun ia mengajak wartawan dalam FWP, harus mempertahankan semangat untuk terus memberitakan informasi dan berita kepada masyarakat.

“Akhir-akhir ini tak bisa kita pungkiri bahwa kondisi kita, pers kita di unit Pemprovsu dalam menjalankan tugas dan tanggungjawab sebagai wartawan, seperti tidak diberikan akses seleluasa di kepemimpinan gubernur sebelumnya,” ujarnya.

Zul Gondrong mencontohkan beberapa fakta beruntun, yakni pelantikan Bupati Mandailing Natal (Madina) pada 21 Maret dan pelantikan dua pejabat tinggi pratama atau eselon II pada 24 Maret lalu di Aula Raja Inal Siregar.

Dijelaskannya bahwa akses peliputan bagi wartawan (tidak hanya wartawan unit pemprov bahkan dari daerah), seperti ditutup lewat perintah ke petugas Satpol PP.

“Padahal di era kepemimpinan gubernur dan wakil gubernur sebelumnya sebagaimana kita ketahui bersama, akses untuk wartawan sangat-sangatlah terbuka. Wartawan atau media dibuka seluas-luasnya akses untuk meliput di kantor gubernur ini,” katanya.

Karenanya menurut pria yang akrab disapa Zul Gondrong ini, kondisi seperti ini tentu harus disikapi secara serius dan bijaksana oleh insan pers yang bertugas di Pemprovsu, terlebih yang tergabung dalam FWP maupun wartawan di Sumut pada umumnya.

Sebab dikhawatirkan jika kondisi buruk tersebut berlangsung terus menerus, masyarakat yang akan dirugikan. “Wartawan sebagai pilar keempat demokrasi, harus memenuhi kebutuhan informasi bagi masyarakat,” jelasnya.

“Untuk itu saya mengajak teman-teman untuk tetap kompak dan solid, karena dengan kekompakan itu pulalah kita selalu kuat dan tidak gampang untuk dicerai-berai,” sambungnya.

Pada kesempatan itu, Zul Gondrong atas nama pengurus FWP, menyampaikan permohonan maaf acara buka puasa bersama yang sempat dijanjikan dilaksanakan lebih awal, baru bisa terlaksana pada hari tersebut.

“Saya mohon maaf bahwa hari ini buka puasa bersama kita baru bisa terlaksana. Sebagai pimpinan di FWP saya senang bisa melihat kawan-kawan kompak dan dapat hadir berkumpul. Seharusnya, rencana acara buka puasa ini dilakukan pada 24 Maret kemarin, tapi karena kondisinya belum memungkinkan makanya di ujung Ramadan ini baru bisa terlaksana. Kami atas nama pengurus FWP sekali lagi memohon maaf, selamat menjalankan ibadah puasa di akhir-akhir Ramadan dan selamat merayakan Idulfitri mohon maaf lahir dan batin,” ucapnya.

Hadir dalam acara buka puasa bersama unsur penasehat FWP, antara lain Yoko Susilo Choe, Khairul Muslim, dan Amir Syarifuddin.

Khairul Muslim menguatkan apa yang sudah disampaikan oleh Ketua FWP tersebut. “Tantangan ke depan bahwa insan pers di Sumut dihadapkan pada aspek integritas,” ujarnya.

“Tak terkecuali kita di forum ini, jika melihat perjalanan panjang organisasi ini, bahwa dari sini ke depan tantangannya adalah soal integritas. Dengan integritas akan menunjukkan sikap dan siapa kita sebenarnya,” tegas wartawan senior, yang juga Ketua Forum Pemred Media Siber Sumut itu.

Khairul Muslim menambahkan, kepemimpinan di pemerintahan provinsi hari ini sepertinya menuntut aksi lebih dari kalangan jurnalis, tidak cukup sekadar tulisan dan konten di sosial media.

“Nah, apa yang dilakukan kawan-kawan Cipayung Plus hari ini patut kita tiru, bahwa dengan aksi-aksi mereka selama ini yang turun di lapangan, mampu mendekatkan mereka pada lingkar pemerintahan provinsi sekarang ini. Ke depan pun saya kira, kita harus dapat melakukan aksi yang lebih elegan daripada mereka, sehingga suara dan aspirasi kita bisa didengar,” pungkasnya.

Selesai berbuka puasa bersama, acara diakhiri dengan salat magrib berjamaah dan makan bersama antara pengurus dan anggota FWP. (meg)

Pos terkait