Antonius Tumanggor Minta Dukcapil Medan Permudah Urusan Adminduk Warga Terdampak Banjir 

Gambar Gravatar

Anggota DPRD Medan Antonius Devolis Tumanggor menggelar Sosperda, di Jalan Timor, Kelurahan Gaharu, Medan Timur, Sabtu (6/12/2025). (dok/istimewa)

InfraSumut.com – Medan. Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosperda) Kota Medan oleh Anggota DPRD Medan, Antonius Devolis Tumanggor SSos, dipadati warga di Jalan Timor, Kelurahan Gaharu, Kecamatan Medan Timur, Sabtu (6/12/2025) pukul 17.00 WIB.

Dalam pemaparannya tentang Perda Kota Medan Nomor 3 Tahun 2021 tentang penyelenggaraan Administrasi Kependudukan (Adminduk), Antonius menekankan pentingnya pelayanan cepat dan mudah bagi warga yang terdampak banjir beberapa waktu lalu.

Bacaan Lainnya

“Banjir serentak di sejumlah wilayah Medan membuat banyak warga kehilangan dokumen penting. Saya minta Dukcapil bersama para lurah benar-benar mempermudah proses pengurusan dokumen yang hilang atau rusak,” tegasnya.

Ia juga mendorong Pemko Medan melakukan jemput bola dengan mendata langsung korban banjir yang kehilangan atau mengalami kerusakan dokumen kependudukan. Hal ini dinilai penting agar warga tidak dipersulit dan dapat segera kembali memiliki dokumen yang sah.

Politisi NasDem itu turut mengingatkan warga untuk tidak mudah percaya kepada oknum yang menawarkan jasa cepat urus Adminduk demi keuntungan pribadi.

“Pengurusan KTP, KK, akta kelahiran, akta nikah dan lainnya sudah ada prosedur resmi. Jangan sampai ada yang dirugikan,” pesannya.

Antonius juga mengajak seluruh pihak mendukung program Wali Kota Medan, Rico Waas, untuk mewujudkan pelayanan publik yang maksimal, transparan, dan menempatkan kepentingan masyarakat sebagai prioritas.

“Partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan agar visi ‘Medan untuk Semua, Semua untuk Medan’ benar-benar terwujud,” ujarnya.

Sementara itu, Plh Lurah Gaharu, Okta Rukmana Banjarnahor SSos, mengapresiasi kegiatan Sosperda tersebut. Ia mengakui sejumlah lingkungan di kelurahannya turut terendam banjir pada akhir November lalu dan mendukung penuh pendataan warga yang kehilangan dokumen.

“Kami dan para kepling terus memantau warga, khususnya di daerah rawan. Kami juga mengimbau tetap siaga, mengingat adanya potensi banjir ROB di kawasan Belawan dan sekitarnya,” ujarnya.

Di akhir acara, Antonius menyampaikan keprihatinannya terhadap seluruh korban banjir. Ia mengungkapkan rumahnya sendiri sempat terendam hingga 1 meter akibat hujan ekstrem.

“Semoga warga tetap sehat dan kuat menghadapi musibah ini. Saya sudah mengusulkan agar setiap kelurahan memiliki dua perahu karet sebagai langkah cepat penanganan banjir,” katanya disambut tepuk tangan warga.

Kegiatan turut dihadiri Kasib Sarpras Kecamatan Medan Timur, Abdi Wibowo ST, Kepala Lingkungan 6, Nardi Huska, Pengurus Sopo Atrestorasi Kota Medan, serta masyarakat dari berbagai lingkungan. Acara ditutup dengan pembagian suvenir, nasi kotak, kue, dan sesi foto bersama. (bps)

Pos terkait