Bah! Polmed Awalnya Ditawari Bantuan Uang Studi ke Mahasiswa, Tapi Direktur Minta Mobil Listrik dan Diduga Digelapkan

Gambar Gravatar

Kampus Polmed Jalan Dr Masyhur Medan. (dok/istimewa)

InfraSumut.com – Medan. Mobil listrik hibah salah satu bank BUMN ke Politeknik Negeri Medan (Polmed) menjadi sorotan. Hal ini tidak terlepas dari dugaan mobil bermerek Hyundai tipe Ioniq 5 tersebut digelapkan Direktur Polmed Idham Kamil.

Soal awal mula hibah ke Polmed oleh salah bank BUMN itu, diungkapkan oleh salah satu sumber di Polmed, Kamis (5/3/2026). Disebutkan bahwa hibah mobil listrik pada tahun 2025 bukan tawaran pihak bank, melainkan program bantuan uang kepada mahasiswa untuk memperlancar studi.

Bacaan Lainnya

Lalu mengapa akhirnya mobil listrik yang dihibahkan?, menurut sumber adalah karena permintaan Direktur Polmed. “Itu direktur yang ingin mobil aja, bukan bantuan uang,” ujar sumber.

Perihal Direktur Polmed yang lebih memilih mobil daripada uang bantuan kepada mahasiswa, memunculkan indikasi bahwa sang direktur lebih mementingkan kenyamanan dirinya daripada kelancaran dan keberlanjutan studi mahasiswa.

“Ribuan mahasiswa di Polmed. Seharusnya mereka bisa menikmati bantuan uang studi dari bank. Namun itu menjadi sirna karena direktur kemudian yang membatalkannya,” ujar sumber.

Karena itulah menurut sumber, ribuan mahasiswa Polmed telah dirugikan atas keinginan Direktur Idham Kamil yang lebih menginginkan mobil listrik. “Kasihan sebenarnya mahasiswa di Polmed ini,” ucapnya.

Belakangan mobil listrik tersebut memunculkan polemik. Pasalnya mobil itu tidak pernah kelihatan selama ini di lingkungan kampus Polmed.

Bahkan Direktur Polmed diduga menggelapkan mobil tersebut. Dugaan ini terlihat dari tidak dicatatnya mobil hibah tersebut ke dalam aset Polmed.

“Sampai sekarang itu mobil tidak dicatat dalam aset, kenapa karena direktur ingin menguasai kendaraan hibah yang peruntukannya untuk operasional di Polmed,” jelas sumber.

Parahnya, tempat pengisian bahan bakar mobil listrik tersebut juga diboyong Idham Kamil ke rumahnya. Seharusnya, kata sumber tempat ‘ngecas’ mobil berada di pelataran gedung Polmed. “Tempat cas aja sanggup dibawanya pulang,” ucapnya.

Idham Kamil diduga kerap memakai Nopol BK 555 I dan Nopol BK 805 DAR pada kendaraan tersebut. Sumber juga mengatakan, mobil tersebut diduga dikendarai oleh anggota keluarga dari Idham Kamil, yang seharusnya untuk keperluan di Polmed.

“Dicurigai bahwa mobil itu dipakai oleh keluarga, seharusnya itu mobil kan untuk operasional di Politeknik Negeri Medan,” katanya.

Dirinya juga berharap Aparat Penegak Hukum (APH) melakukan pemeriksaan terhadap dugaan penggelapan mobil hibah tersebut.

“Kalau sudah begini, harusnya APH turun untuk melakukan penyelidikan, karena mobil tersebut tidak pernah dicatat dan selama satu tahun dikuasai oleh direktur,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Polmed Idham Kamil belum berhasil dikonfirmasi, Kamis (5/3/2026) hingga berita ini diturunkan. Pesan whatsapp yang dikirimkan masih terlihat centang satu. (bps)

Pos terkait