Ganjar Pranowo Dideklarasikan Maju di Pilpres 2024, Edy Rahmayadi Masuk Bursa Cawapres

Gambar Gravatar

InfraSumut – Medan. Dukungan untuk maju sebagai Calon Presiden (Capres) pada Pemilihan Presiden (Pilpres) RI tahun 2024 mendatang, kembali bergema di Provinsi Sumatera Utara.

Adalah Dulur Ganjar Pranowo (DGP) yang mendeklarasikan diri mendukung Ganjar Pranowo, politisi PDI Perjuangan yang kini masih menjabat Gubernur Jawa Tengah itu.

Hal itu disampaikan Pembina DPP DGP, Sutrisno Pangaribuan, dalam jumpa pers di Hotel Le Polonia, Jalan Jenderal Sudirman Medan, Jumat (21/10/2022) sore.

Bacaan Lainnya

Menurut DGP, kata Sutrisno, nama Ganjar diunngulkan menjadi Capres dibanding nama-nama yang santer disebut dalam bursa Capres saat ini.

Ia mengatakan Ganjar Pranowo yang dinilai layak melanjutkan suksesi tonggak kepemimpinan saat ini untuk membawa perubahan Idonesia ke arah yang lebih adil, makmur dan sejahtera.

Menariknya, nama Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, masuk dalam bursa Calon Wakil Presiden (Cawapres) bersama sederet nama besar lainnya, seperti Erick Thohir, Hary Tanoesoedibjo, Sandiaga Uno, Chairul Tanjung.

Kemudian Ridwan Kamil, Airlangga Hartarto, Surya Paloh, Khofifah, Mardiono, Zulkifli Hasan, Jenderal TNI, Dudung Abdurachman.

Sementara nama Luan Maharani sama sekali tidak masuk bursa Cawapres DGP. Yang pasti, kata Sutrisno, nama Ganjar berikut 12 Cawapres, merupakan hasil penjaringan dari suara masyarakat di 33 kabupaten/kota di Sumut.

Sutrisno Pangaribuan menjelaskan Pilpres tahun 2024 ini, sebagai momentum untuk memberikan rasa keadilan dan wujudkan masyarakat yang adil.

“Kenapa adil yang pertama, karena banyak orang sejahtera yang merasa tidak adil. Fokus kita yang diawal, untuk kesejahteraan rakyat,” sebut Sutrisno.

Sutrisno mengungkapkan DGP mengusung tagline tanpa A3, Presiden dan Wakil Presiden tahun 2024 ini, pertama bukan antek-antek Amerika, yang kedua bukan antek-antek Asing.

“Yang ketiga, Presiden dan Wakil Presiden awalnya bukan awal A. Contoh bukan A Sutrisno, ya kami pasti (dukung) Ganjar,” jelas Sutrisno.

Lalu soal masuknya Edy Rahmayadi dalam bursa Cawapres, menurut Sutrisno adalah juga usulan dari masyarakat lewat penjaringan di 33 kabupaten/kota.

“Edy Rahmayadi yang diusulkan masyarakat Sumatera Utara. Itu nama-nama kami jaring dan saring dari masyarakat,” kata Sutrisno.

Munculnya nama mantan Ketua Umum PSSI itu, Sutrisno mengatakan memberikan keuntungan bagi Sumut sendiri. Karena ada tokoh terbaik dari Sumut untuk dicalonkan memimpin tanah air ini kedepannya.

“Keuntungan bagi kita, kalau Sumatera Utara ini. Menghendaki dari masyarakat Edy Rahyamadi menjadi bakal calon Wakil Presiden untuk mendampingi pak Ganjar. Beliau dianggap tokoh yang layak menjadi bakal calon Wakil Presiden,” jelas Sutrisno.

Sutrisno menjelaskan setiap Provinsi di Indonesia ini, DGP melaku survei kepada masyarakat untuk melihat dan mendengar suara masyarakat balon Wakil Presiden yang layak mendampingi Ganjar Pranowo.

“Di masing-masing daerah (Provinsi) di jaring, kemudian akan disaring dan diusulkan satu nama menjadi mendamping,” sebut Sutrisno.

Dari 12 nama Balon Wakil Presiden yang layak mendampingi Ganjar, tidak ada Puan Maharani, yang sudah memasang spanduk hingga baliho di Sumut untuk mensosialisasikan dirinya siap memimpin di Indonesia kedepan.

Disinggung soal Puan, Pembina DPP DGP lainnya, Victor E Simanjuntak, mengatakan bahwa setiap hasil survei mereka lakukan hasil berbeda-beda. Namun, hasil survei di Jakarta. Nama Ketua DPR RI layak mendampingi Ganjar.

“Kalau ibu Puan nggak ada nama, tanya lah masyarakat Sumatera Utara. Jangan tanya kami, kami jaring dari masyarakat. Kami suka kalau ada nama ibu Puan. Saya kaget itu, namanya. Di Jakarta ada Puan, Yeni Wahid,” jelas Victor yang juga hadir bersama Pembina DGP lainnya, Djasarmen Purba. (ben)

Pos terkait