Ketua Umum DPP Partai Golkar. (dok/infrasumut)
InfraSumut.com – Medan. Pengamat Politik Bakhrul Khair menilai Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia merusak perpolitikan Golkar di Provinsi Sumatera Utara.
Penilaian itu didasarkan atas keputusan Bahlil menunjuk Ahmad Doli Kurnia Tanjung sebagai Plt Ketua DPD Partai Golkar Sumut menggantikan Musa Rajekshah.
Hal tersebut disampaikan Bakhrul Khair kepada wartawan di Medan, Senin (22/12/2025).
Dikatakan Bakhrul, seharusnya Bahlil konsisten membesarkan partai, jangan terjebak memikirkan kepentingan pribadinya atau kepentingan kelompok.
“Kalau kita lihat ini adanya isu yang berkembang, adanya kekuatan di luar Golkar yang ingin mendudukkan seseorang menjadi pengganti, dengan melibatkan orang dalam. Kita memberikan saran ke Ketum Bahlil banting setir, untuk tidak ikut serta menyelamatkan seseorang di Sumut dengan tukar kepala di tubuh Golkar Sumut,” katanya.
Sebab menurut Bakhrul, penggantian Ijeck sapaan akrab Musa Rajekshah, di tengah sederet prestasi Golkar di Sumut, mencerminkan terjadinya praktik politik balas budi kepada seseorang. Sehingga pergantian ini rentan terlaksana atas kepentingan seseorang.
“Masyarakat sudah tahu pastinya siapa orang yang mau diselamatkan di Sumut. Bukan lagi bicara tentang Musda Golkar Sumut, tetapi kepentingan pribadi dan kelompok,” jelasnya.
Ia menilai Golkar Sumut telah menunjukkan elektabilitasnya sebagai juara partai politik selama dipimpin Ijeck sejak tahun 2020. Pencapaian Pemilu 2024, adalah bukti nyata kerja dari Golkar Sumut.
“Kita berharap kriteria siapa yang menanam politik maka ikut memanen mengisi kemerdekaan, bukan mengantar sampai depan pintu gerbang kemerdekaan,” tambahnya.
Lebih lanjut Bakhrul mengatakan seharusnya Bahlil dalam mengambil kebijakan, berorientasi untuk membesarkan Partai Golkar. Kebijakan harus jauh dari api kepentingan memecah belah Golkar di Sumut.
“Menggagalkan kader terbaik untuk maju adalah bukti bahwa seseorang tersebut merasa terganggu dan tidak ingin Partai Golkar besar di Sumatera Utara, sehingga dapat menyaingi popularitas para pengurus di DPP,” ungkapnya
Begitu pun, ia menyebutkan benteng terakir dalam menghadapi kebijakan yang fenomenal adalah menjaga kondusifitas dan mengutamakan keutuhan partai. “Kader Golkar Sumut pastinya sudah tahu mana sosok pemimpin yang terbaik untuk membesarkan partainya,” ujarnya. (bps)





