Masuk Daftar ‘World’s Best Bank’, Massa Desak Kejati Usut Tuntas Dugaan Mega Skandal Korupsi Kredit Macet Bank Sumut

Gambar Gravatar

Massa PB ALAMP AKSI demonstrasi di depan Kantor Kejati Sumut, Senin (18/5/2026), menuntut usut tuntas dugaan Mega skandal korupsi di Bank Sumut. (dok/istimewa)

InfraSumut.com – Medan. Bank Sumut belum lama ini masuk di peringkat 14 nasional dalam daftar ‘World’s Best Bank’ 2026′ versi Forbes dan Statista.

Namun di tengah capaian itu, muncul desakan penuntasan dugaan mega skandal korupsi macet Bank Sumut oleh massa dari Pengurus Besar Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Anti Korupsi (PB ALAMP AKSI).

Bacaan Lainnya

Mereka mendesak Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) mengusut tuntas dugaan korupsi itu dalam aksi demontrasi di depan Kantor Kejati Sumut, Jalan AH Nasution, Kota Medan, Senin (18/05/2026).

Massa mengatakan Kejati Sumut harus segera mengusut tuntas dugaan mega skandal korupsi raksasa itu karena merugikan keuangan negara hingga ratusan miliar rupiah.

Aksi demonstrasi dipimpin langsung Ketua Umum PB ALAMP AKSI, Eka Armada Danu Saptala, didampingi Koordinator Aksi Doni dan Koordinator Lapangan Hardiansyah Putra.

Dalam orasinya, massa membeberkan bukti anyar yang sangat mengejutkan, berupa Laporan Hasil Audit Investigatif Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) terbaru.

Berdasarkan laporan hasil audit BPK RI, PB ALAMP AKSI membeberkan empat temuan fatal tata kelola keuangan di PT Bank Sumut yang diduga sarat akan penyimpangan, meliputi:

  1. Penyimpangan Penyaluran Kredit: Pemohonan, Analisis, dan Persetujuan Kredit Produktif senilai Rp 8,25 miliar yang diduga diberikan tidak sesuai dengan ketentuan perbankan yang berlaku.
  2. Aktivitas Penagihan: Penanganan Kredit Bermasalah (NPL) senilai Rp 7,62 miliar yang diduga menyalahi aturan.
  3. Kredit Macet Jumbo: Penanganan kredit yang telah menunggak lebih dari 10 tahun dengan nilai fantastis mencapai Rp 31,92 miliar.
  4. Pengelolaan Asuransi: Pengelolaan Asuransi Kredit/Pembiayaan senilai Rp 3,55 miliar yang penuh tanda tanya.

“Ada puluhan miliar uang rakyat di Bank Sumut yang menguap begitu saja. Kami mendesak Kejati Sumut untuk tidak tinggal diam! Tangkap dan periksa seluruh oknum yang terlibat, mulai dari debitur nakal hingga pihak internal yang memuluskan kejahatan perbankan ini,” pekik Eka Armada dalam orasinya.

Jika Kejati Sumut terkesan lamban atau mandul dalam memproses mega korupsi ini, mahasiswa mengancam akan membawa massa dengan gelombang yang lebih besar ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejaksaan Agung (Kejagung) di Jakarta.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari manajemen Bank Sumut. (bps)

Pos terkait