Dari kiri ke kanan, Ketua SMSI Kepulauan Nias Suarman Telaumbanua, Kepala Bappelitbangda Kota Gunungsitoli Karya S Bate’e, Sekretaris SMSI Krispinus K Zebua, Wakil Sekretaris Notatema Ziliwu, Omanrius Gori dan Ibezanolo Zega. (istimewa)
InfraSumut.com – Gunungsitoli. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan (Bappelitbang) Daerah Kota Gunungsitoli, Karya S Bate’e SSTP MAP menerima kunjungan Pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kepulauan Nias, di kantornya, Senin (02/10/2023).
Kunjungan Pengurus SMSI Kepulauan Nias itu dipimpin Ketua Suarman Telaumbanua (medanbisnisdaily.com) didampingi Sekretaris Krispinus K Zebua (metrorakyat.com), Wakil Sekretaris Notatema Ziliwu (atensinews), Omanrius Gori ( SIB.com), dan Ibezanolo Zega (nawacitapost)
Pada kesempatan tersebut, Ketua SMSI Kepulauan Nias Suarman Telaumbanua menjelaskan kunjungan mereka dalam rangka silaturahmi, sekaligus menyampaikan rencana SMSI menggelar pelatihan peningkatan kapasitas sumber daya wartawan media Siber di Kota Gunungsitoli.
Ia mengatakan rencana pelatihan wartawan media Siber ini kolaborasi antara SMSI dan Pemko Gunungsitoli sehingga diharapkan mendapat sokongan pembiayaan dari Pemko Gunungsitoli.
Dalam silaturahmi itu, Pengurus SMSI Kepulauan Nias mengajukan permohonan proposal pelatihan tersebut kepada Karya Bate’e.
Karya Bate’e menyatakan pihaknya siap mendukung program kerja SMSI yang berencana mengadakan kegiatan pelatihan peningkatan kapasitas wartawan media siber di kota Gunungsitoli.
“Kita akan bantu melalui dana hibah Pemko Gunungsitoli apabila ini berkaitan dengan peningkatan kapasitas wartawan”, kata Karya Bate’e.
Namun dikatakan, tidak mungkin tahun ini anggarannya baru tertampung tahun depan. “Kita upayakan selaraskan di APBD 2024. Mohon bersabar, paling cepat pada bulan Pebruari 2024”, jelasnya.
Ia mengaku sesungguhnya wartawan itu cukup terhormat di mata publik. Tetapi ada saja juga yang belum memahami aturan penulisan berita yang baik dan benar.
“Ada berita tidak sesuai judul dengan isi, ada juga yang kura kura informasinya. Nah hal-hal inilah yang perlu mendapat pelatihan yang memadai,” ujarnya. (bps)





