catatan bunk_benk*
UNGKAPAN di atas mungkin biasa saja jika saya atau bahkan Freidi Pasaribu, Ketua Umum Generasi Muda Pasaribu Medan Sekitarnya (GMP-MS) itu yang menyampaikan.
Namun tentu menjadi berbeda, luar biasa, karena yang menyampaikan adalah langsung Pendeta Samuel Simanjuntak, hamba Tuhan pelayan di GPdI.
Wajah para punggawa GMP-MS yang ikut di ibadah rutin Naposo Pasaribu Medan itu terlihat senang, meski memang tak vulgar ditunjukkan. Saya menoleh ke Vierty Agnes Br Pasaribu, sang kreator acara ibadah, ia juga terlihat bahagia.
Sore di hari Minggu 27 Juli 2025 itu di Rumah Ramitha Br Pasaribu dan Ramendra Pasaribu di kawasan Marelan, kami memang menyatukan diri memuji dan memuliakan nama Tuhan.
“Kalau sore hari Minggu begini mungkin anak-anak muda menghabiskan waktu bermain, nongkrong, eh hari ini Generasi Muda Pasaribu Medan Sekitarnya justru bersekutu memuji kebesaran Tuhan. Saya senang,” kata Pendeta Samuel dalam khotbahnya.
Sekilas soal nama Samuel, adalah sangat kental dengan GMP-MS. Apa sebab?, iya karena salah satu Sekretaris BPH GMP-MS di awal-awal kepengurusan pasca organisasi ini resmi deklarasi 2017 lalu, adalah bernama Samuel, marga Pasaribu tentu saja.
Sayangnya ia cepat dipanggil Tuhan ke sisiNya, dalam peristiwa kecelakaan di Jalan Megawati Binjai, saat ia akan membersamai sebuah kegiatan di Medan. Ia terjatuh di badan jalan rusak parah Jalan Megawati ketika itu, kepalanya bahkan tergilas truk fuso. Samuel Pasaribu kini sudah tenang bersama Tuhannya di surga. Ia selalu kami kenang.
Kembali ke Pendeta Samuel, yang istrinya Boru Pasaribu itu, dalam khotbahnya menekankan pentingnya bersyukur kepada Tuhan, juga harus bertekun dalam doa. Tema dari Roma 12:12 itu disampaikannya dengan mudah dipahami, menarik.
Oleh Pendeta Samuel, kelahiran Onan Runggu, Sipahutar-Tapanuli Utara itu, kami diajarkan juga bagaimana peneguhan prinsip dan keyakinan akan sesuatu, kerja keras dan cita-cita yang ingin dicapai melibatkan nama Tuhan.
Ia bercerita sejenak, pernah merindukan seorang gadis untuk teman hidupnya. “Saya tidak saja berdoa terus menerus, juga berupaya dan bahkan puasa, hanya untuk mencuri hati seorang perempuan,” ujar Pendeta Samuel.
Namun endingnya tak elok, gadis pujaan hatinya itu rupanya tak kunjung menerima cintanya. “Belakangan saya dengar, tiga bulan kemudian, ternyata dia itu sudah hamil duluan,” ujarnya.
“Saya kemudian sadar, oh itulah kemudian jawaban doa saya kepada Tuhan, ia menunjukkan bahwa gadis itu memang bukan untuk saya,” sambung Pendeta Samuel, yang kemudian dengan bangga menegaskan Boru Pasaribu istrinya sekaranglah yang dipilihkan Tuhan untuknya.
Lalu dari cerita itu, ia sambung dengan penjelasan soal arti ketekunan. Menurut Pendeta Samuel, mengambil nikmat dari Tuhan, tidak mudah begitu saja.
“Tapi memang harus dari kerja keras kita, dan yang terpenting, melibatkan namaNya dalam proses itu. Ia yang Maha Kuasa, pasti menggenapi usaha keras kita,” tambahnya.
Terasa sangat bersukacita memang dalam ibadah GMP-MS itu. Apalagi karena suasananya berlangsung dalam konteks keanakmudaan, tidak kaku, tidak juga malu-malu.
Adalah kingkong badannya besar, lagu anak sekolah minggu itu, kami kumandangkan juga dalam ibadah, berikut dengan gerak-gerakannya.
Kemudian lagu lain yang bait referennya ‘Siapakah aku ini Tuhan jadi biji Matamu’ dan seterusnya itu, semakin membuat teduhnya peribadahan.
Doa-doa yang dipanjatkan, juga menandai kesatuan iman para anggota hadir. “Teruntuk orang tua kami di rumah ini yang dalam keadaan kurang sehat, pulihkanlah Tuhan,” ujar seorang dari kami dalam doa syafaatnya.
Tak lupa juga Ramitha, tuan rumah, mengucap syukur. “Berkati juga teman-teman kami yang belum bisa hadir, supaya di kesempatan berikutnya kami boleh bersama-sama memuji kebesaranMu,” kata Ramitha dalam sepenggal doanya.
Berkat rohani sudah kami terima dari ibadah itu. Namun rupanya berkat jasmani ada juga. Oleh Ramitha, disiapkan makan, kehitung makan malamlah karena kami siap ibadah sudah hampir pukul 6 sore.
Tiba-tiba si Agung, yang akan menerima SK sebagai Ketua Panitia Pelaksana Mubes IV GMP-MS Tahun 2025 usai ibadah itu, nongol dan senyum ceria. Maklum karena pas momen makan sehingga tampak senang dia hahaha. Ia terlambat datang karena baru selesai dari urusan kerjaan kantornya.
Saya, Freidi dan Jhon Aren, dan Daniel parmusik, lahap sekali, bahkan tambu (tambah nasi), tak tahu malu memang kami, tetapi nggak apa-apalah, rumah marga Pasaribu kok, gumamku dalam hati. Tapi si Philip, atlet futsal menunggu panggilan platdus (pusat pelatihan dusun) itu, tak tambu. Si Agus yang calonnya Boru Marbun itu juga tak tambu. Si Riston juga.
Ada juga es doger buatan mereka sendiri, plus cemilan risol dkk yang kemudian berhasil membuat perut kami masing-masing tambah buncit hahaaa. Pas si Erita bawa tambahan es doger, semua minta, kecuali saya, karena memang udah kenyang kali hahaha.
Ketum Freidi tak ingin semuanya bilolangon karena kenyang. Ia lantas meminta 3 orang anggota yang baru bergabung untuk memperkenalkan diri. Seorang dari mereka Boru Manalu, bere kami. Senang rasanya ada tambah anggota.
Setelah itu, ia tancap gas ke agenda organisasi. “Dengan ini resmi melantik saudara-saudara sekalian sebagai Panitia Pelaksana Mubes IV GMP-MS Tahun 2025,” tegas Ketum Freidi seraya menyerahkan SK Panitia didampingi Agus Wakil Ketua dan Rosalina Wakil Sekretaris.
Si Agung pun, Ketua Panitia, menjawabnya dengan lantang. Didampingi Daniel Wakil Ketua, Clara Sekretaris dan Vierty Bendahara serta para koordinator seksi berikut masing-masing anggotanya, menegaskan kesiapannya menerima tugas dan tanggung jawab yang diberikan BPH.
Dan tak lama kemudian, tiba-tiba orang tua kami, bapaknya si Ramitha, minta Vierty dkk nyanyi. Jadilah semua bernyanyi dengan suara khasnya masing-masing. Adapula live tiktok, ada juga yang style penikmat saja, dan macam-macamlah, ramelah suasana pokoknya. Apalagi si Mey, ketawanya cetar membahana. Diam aja pun dia ribut, begitulah kami menggambarkan kerempongannya wkwkwk.
Namun yang terpenting, semua senang, ceria dan kompak. Bersyukur juga karena orang tua kami Bapauda dan Inanguda (P Pasaribu/St R Br Hutahaean), sangat baik, kami diperlakukan tak ubahnya anak sendiri, terima kasih Bapauda dan Inanguda, terberkati selalu.
Oh iya, untuk kita dan kalian yang ingin order makanan ratusan atau ribuan kotak, hubungi kalian Bapauda dan Inanguda ini ya, ‘Immanuel Catering’ (081376710843), pokoknya enak kali masakannya, dijamin puas.
*Benny Pasaribu – Pembina GMP-MS





