Seorang Bupati di Sumut Dikabarkan Mabuk-mabukan, Bikin Onar dan Paksa Hapus Barbut Video CCTV

Gambar Gravatar

Ilustrasi bupati. (dok/istimewa)

InfraSumut.com – Medan. Seorang bupati di Provinsi Sumatera Utara dikabarkan melakoni aksi tidak terpuji di suatu cafe & resto di Kota Medan.

Peristiwa itu disebutkan belum lama terjadi, yakni pada 7 Desember 2025. Ketika itu sang kepala daerah datang ke tempat tersebut.

Bacaan Lainnya

Menurut informasi yang berdebar, si bupati kerap datang ke sana. Bahkan cafe & resto itu yang terletak di kawasan Kecamatan Medan Polonia itu, merupakan tempat favoritnya untuk hang out bersama rekan-rekannya.

Mulanya situasi baik-baik saja. Namun beberapa saat kemudian, bupati tampak asyik meneguk minuman botol beralkohol. Hal itu pun membuatnya lepas kendali alias mabuk.

Saat itulah kemudian situasi berubah. Awalnya terlihat santai, namun menjadi mencekam. Sebab si bupati terlihat menyulutkan emosi dan membuat onar. Ia sempat melempar botol minuman hingga pecah.

Situasi tegang tersebut mendapat perhatian pengunjung di sana, hingga kemudian mengundang reaksi beberapa pihak.

Namun sekuriti di sana cekatan hingga mampu mengambil alih kendali situasi. Meski tensi bupati masih meninggi, namun berhasil diredam hingga situasi mencekam tak meluas.

Pascakeributan itu, awak media mencoba untuk menelusuri lokasi dan kronologi keributan yang melibatkan bupati. Seorang pegawai di cafe & resto itu membenarkan peristiwa itu.

Namun ia mengaku tidak mengetahui siapa persisnya yang membuat keributan pada malam itu. “Benar ada keributan kecil pada 7 Desember 2025 lalu, kalau tidak salah saya itu kejadian terjadi pada 11 malam. Tapi saya tidak tahu siapa yang ribut oknumnya. Cuma keributan kecil dan sudah selesai juga pada malam itu,” kata pegawai yang tidak ingin identitasnya ditulis.

Sehari setelah keributan, beberapa oknum mengaku sebagai aparat mendatangi lokasi tersebut. Kedatangan oknum aparat ini untuk meminta pihak manajemen cafe & resto itu agar menghapus barang bukti rekaman video CCTV.

Rekaman diminta dihapus agar tidak menjadi barang bukti, bahwasanya seorang kepala daerah tengah mabuk-mabukan dan berujung membuat onar.

Hingga berita ini ditayangkan, awak media mencoba untuk menghubungi bupati tersebut. Berulang kali panggilan telepon dilakukan dan pesan singkat WhatsApp dikirim, oknum kepala daerah tidak merespon. (bps)

Pos terkait