DPD PDI Perjuangan Sumut memberikan bantuan tali asih kepada siswa diduga keracunan program MBG di MTsN 2 Asahan, Kisaran, Senin (5/10/2026). (dok/istimewa)
InfraSumut.com – Kisaran. DPD PDIP Perjuangan Sumatera Utara kembali memberikan tali asih kepada siswa diduga keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Asahan, setelah dari Kabupaten Karo pekan kemarin.
Penyerahan bantuan tali asih tersebut
berlangsung di MTsN 2 Asahan, Kisaran, Senin (5/10/2026). Adapun jumlah siswa penerima sebanyak 21 orang.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari kepedulian PDIP Sumut terhadap anak-anak dan keluarga yang terdampak persoalan dalam pelaksanaan program MBG yaitu dugaan keracunan.
Pemberian tali asih juga menjadi wujud pelaksanaan pesan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri agar kader selalu hadir di tengah masyarakat, terutama ketika masyarakat menghadapi situasi sulit.
Wakil Ketua Bidang Politik PDIP Sumut, Sutrisno Pangaribuan, mengatakan pemberian tali asih tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus dukungan moral kepada anak-anak dan keluarga yang terdampak.
“Kami melanjutkan apa yang sudah dilakukan di Karo. Ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada anak-anak dan keluarga yang terdampak. Kami ingin mereka tahu bahwa mereka tidak sendiri dan ada yang hadir memberikan dukungan di tengah situasi yang mereka hadapi,” ujar Sutrisno.
Menurutnya, perhatian kepada para siswa tersebut bukan hanya soal bantuan yang diberikan, tetapi juga tentang bagaimana anak-anak dan keluarga mereka merasa didampingi setelah mengalami kejadian yang tidak diharapkan.
“Kita bisa membayangkan bagaimana perasaan anak-anak dan orang tua setelah mengalami kejadian seperti ini. Karena itu, kami ingin datang, bertemu langsung, mendengar dan memberikan sedikit penguatan. Mudah-mudahan mereka segera pulih dan bisa kembali menjalani hari-hari mereka dengan tenang,” katanya.
Ia menjelaskan, tali asih yang diberikan merupakan wujud gotong royong kader PDI Perjuangan Sumatera Utara. Bantuan disalurkan dalam bentuk tabungan melalui kerja sama dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI), dengan besaran yang disesuaikan berdasarkan kondisi siswa terdampak.
Untuk siswa yang mengalami kondisi berat hingga harus menjalani perawatan dan dirujuk, bantuan diberikan sebesar Rp2,5 juta per orang (khusus Kabupaten Karo).
Sementara siswa yang menjalani rawat inap mendapatkan Rp500 ribu per orang, sedangkan siswa terdampak yang tidak menjalani perawatan memperoleh Rp300 ribu per orang.
“Nilainya mungkin tidak akan menghapus apa yang sudah mereka alami. Tetapi kami berharap bantuan ini bisa sedikit meringankan dan menjadi tanda bahwa ada orang-orang yang ikut memikirkan mereka. Bagi kami, itu yang paling penting,” ujar Sutrisno.
Awalnya PDIP Sumut menjadwalkan pembagian tali asih di Asahan, Senin (5/10/2026) pukul 16.00 WIB. Namun akhirnya disesuaikan dengan waktu belajar para siswa di sekolah, yakni pada pukul 10.00 WIB.
Dalam kegiatan tersebut, PDIP Sumut menugaskan Sekretaris, Soetarto, menyerahkan tali asih kepada para siswa terdampak. Ia didampingi Rosmansyah, Ketua DPC PDIP Asahan beserta pengurus DPC dan Anggota Fraksi PDIP DPRD Asahan.
Bantuan diberikan melalui tabungan yang difasilitasi BRI sehingga dapat dimanfaatkan oleh masing-masing penerima. Sutrisno mengatakan perhatian PDI Perjuangan terhadap para siswa terdampak tidak berhenti pada pemberian tali asih.
Menurutnya, perkembangan kondisi anak-anak dan persoalan yang berkaitan dengan pelaksanaan MBG tetap perlu menjadi perhatian bersama.
“Kami berharap anak-anak segera pulih dan dapat kembali beraktivitas seperti biasa. Dan tentu kita semua berharap kejadian seperti ini tidak terulang. Anak-anak harus menjadi perhatian utama dalam setiap pelaksanaan program yang menyangkut kebutuhan mereka,” katanya. (bps)





