Stunting Sumut Turun 4,7%, Edy Rahmayadi Singgung Akibat Nikah Terlalu Muda

Gambar Gravatar

Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, melantik Kepala Perwakilan BKKBN Sumut, Munawar Ibrahim, Selasa (11/07/2023). (bps)

InfraSumut.com – Medan. Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, menginginkan Sumut bebas stunting atau zero alias 0%.

Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia tahun 2022, angka prevalensi stunting di Provinsi ini, turun 4,7% menjadi 21,1% dari sebelumnya 25,8% di tahun 2021.

Bacaan Lainnya

Pemprov Sumut menargetkan prevalensi stunting tahun 2023 turun jadi 18%, dan tahun 2024 turun lagi menjadi 14%.

Untuk mewujudkannya, Gubernur Edy mendorong dan mengajak Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sumut, untuk berkolaborasi menekan pertumbuhan orang dan stunting di Sumut ini.

“100 yang lahir, 21 (bayi) yang stunting, kan berat. Kita harap zero, nol stunting. Hari gini, masih ada stunting. Kurang gizi, awal nikah terlalu muda,” ujar Gubernur Edy Rahmayadi kepada wartawan, usai pelantikan Kepala Perwakilan BKKBN Sumut, Munawar Ibrahim, di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur, Selasa (11/07/2023) pagi.

Gubernur Edy Rahmayadi berharap dengan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumut, yang baru ini, mampu berkolaborasi untuk melakukan pembangunan dan pengendalian penduduk yang baik dan bebas dari stunting tersebut.

“Berjalan sesuai dengan di disain, dari mulai laki-laki dan perempuan menikah. Kesehatan harus jelas, setelah nikah. Hamilnya diatur, Puskesmas melayani, setelah melahirkan, diatur, ada posyandunya. Ada vaksinasi, ini tidak dilakukan, hancur anak-anak kita,” jelas Edy Rahmayadi.

Gubernur Edy Rahmayadi juga meminta kepada Munawar Ibrahim menjalankan fungsi dan tugasnya dengan sesuai dengan ketentuannya dalam pengendalian pertumbuhan manusia di Sumut ini.

“Job desk dia, adalah menjaga pertumbuhan penduduk, tapi kenyataannya dari 0,9 persen sekarang sudah 1,10 persen. Berarti tidak bisa dijaga itu,” jelas Edy Rahmayadi.

Sementara itu Kepala Perwakilan BKKBN Sumut, Munawar Ibrahim, mengatakan bahwa apa disampaikan oleh Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi merupakan realita yang dihadapi saat ini.

“Sama-sama kita sudah kita dengar arahan pak Gubernur. Saya pikir beliau, menyajikan membuka mata kita, suatu kenyataan. Bahwa peran BKKBN harus kita revitalisasi ulang, itu intinya,” ujar Munawar Ibrahim.

Munawar Ibrahim mengajak seluruh pihak, termasuk jurnalis mengambil peran dalam pengendalian pertumbuhan manusia dan menekan angka stunting, khususnya di Sumut ini.

“Pembangunan keluarga itu, harus melibatkan seluruh aspek dan pihak. BKKBN jangan sok bisa sendiri, harus bisa kerja sama dengan perguruan tinggi, TNI/Polri dan pers. Saya pikir akan menjadi target kita,” ujar Munawar Ibrahim. (bps)

Pos terkait