Buntut Satker di OTT KPK, Menteri PU Copot Kepala BBPJN Sumut Stanley, Digantikan Hardy Pangihutan Siahaan

Gambar Gravatar

Menteri PU Dody Hanggodo melantik Hardy Pangihutan Siahaan sebagai Kepala BBPJN Sumut, Jumat (18/7/2025). (istimewa)

InfraSumut.com – Medan. Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, telah mencopot Stanley Cicero Haggard Tuapattinaja dari jabatan Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Utara.

Kemudian untuk menggantikan Stanley Cicero Haggard Tuapattinaja, Menteri Dody Hanggodo melantik Hardy Pangihutan Siahaan ST MSc sebagai Kepala BBPJN Sumut, pada Jumat (18/7/2025).

Bacaan Lainnya

Bahkan sebelum dicopot, Stanley Cicero Haggard Tuapattinaja telah dinonaktifkan Menteri PU dari jabatannya pada 30 Juni 2025. Tak hanya Stanley, Kepala Kepala Satker PJN Wilayah I Sumut juga turut dinonaktifkan.

Kebijakan itu dilakukan Menteri PU untuk memastikan penanganan perkara berjalan tanpa hambatan sekaligus menjaga keberlanjutan tugas-tugas pelayanan publik.

Pencopotan Stanley dari Kepala BBPJN Sumut merupakan buntut dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK di lingkungan BBPJN Sumut, melibatkan Heliyanto sebagai PPK Satker PJN Wilayah I Sumut.

Adapun Heliyanto bersama Kadis PUPR Sumut nonaktif Topan Obaja Putra Ginting, telah ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap proyek pembangunan jalan di Sumut, Sabtu (27/7/7/2025).

Selain itu, tiga orang lainnya, yakni Kepala UPTD PUPR Gunung Tua Tua Dinas PUPR Sumut Rasuli Efendi Siregar, Direktur Utama PT Dalihan Natolu Grup (DNG) M Akhirun Efendi Siregar dan Direktur PT Rona Na Mora (RN) M Rayhan Dalusmi Pilang juga ditetapkan KPK sebagai tersangka.

Sebelumnya pada pelantikan 520 pejabat di lingkungan Kementerian PU, Jumat (18/7/2025), Menteri PU Dody Hanggodo, meminta seluruh pejabat untuk selalu menjaga kredibilitas Kementerian PU sebagai organisasi yang kredibel dan amanah dengan SDM yang kompeten dan berintegritas. 

“Mohon Bapak/Ibu sekalian, dalam melaksanakan tugas pengelolaan anggaran negara hingga ratusan triliun ini, tanamkan bahwa satu-satunya yang mengawasi kita adalah Tuhan, bukan KPK, Polisi, atau Irjen,” tegas Menteri Dody. (bps)

Pos terkait