Menteri LHK Siti Nurbaya bersama penerima Penghargaan Kalpataru 2023. (dok kementerian lhk)
InfraSumut.com – Medan. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehuatanan memperingati Hari Lingkungan Hidup (HLH) Sedunia atau World Environment Day 5 Juni 2023.
Peringatan mengusung tema ‘Beat Plastic Pollution’, yakni seruan untuk bertindak guna menangani sampah plastik dan mencari solusi terkait polusi plastik.
Beberapa kegiatan digelar dalam semarak peringatan Hari Lingkungan Hidup tersebut, di antaranya penganugerahan Penghargaan Kalpataru 2023.
Dilansir dari laman Kementerian LHK, Senin (12/06/2023), Menteri LHK Siti Nurbaya memberikan langsung penghargaan Kalpataru secara langsung kepada tokoh terpilih di Manggala Wanabakti, Jakarta, Senin (05/06/2023).
Usai memberikan penghargaan, Menteri Siti menyampaikan bahwa keberadaan Penghargaan Kalpataru sangat penting. Hal tersebut mengingat secara prinsip bahwa pendekatan penanganan, perlindungan dan pengelolaan lingkungan harus dilakukan dengan pendekatan konstitusionalitas dan prosedural.
Hal itu juga sebagai refleksi kaitan antara demokrasi dan lingkungan, yakni demokrasi dan rasa untuk menjaga lingkungan, dimana ada kaitan filosofis, pelembagaan yang mendorong praktek atau rintisan untuk membangun nilai-nilai yang menghargai lingkungan.
Kemudian harus juga a menerapkan secara mendasar prinsip kelestarian lingkungan atau deep-green pada penempatan dalam berbagai kebijakan.
“Aktualisasinya dalam bentuk dan orientasi partisipasi yang lebih dan semakin luas atau wider participation, adopsi kebijakan-kebijakan yang berorientasi hijau serta jelasnya kaitan antara partisipasi dan hasil atau keluaran yang makin kental dimensi kelestariannya atau greener outcome,” ungkap Menteri Siti.
Berikut 10 daftar penerima Penghargaan Kalpataru 2023:
I. Kategori Perintis
- Muhammad Ikhwan Am dari Sulawesi Selatan.
- Misman dari Kalimantan Timur.
- Asep Hidayat Mustopa dari Jawa Barat.
- Dani Arwanton dari DKI Jakarta.
II. Kategori Penyelamat
- Perkumpulan Pengelola Hutan Adat Dayak Abay Sembuak dari Kalimantan Utara.
- Yayasan Ulin dari Kalimantan Timur.
- LPHK Damaran Baru dari Aceh.
III. Kategori Pengabdi
- Arsyad dari Nusa Tenggara Timur.
IV. Kategori Pembina
- Petronela Merauje dari Papua
- Dr Ir Nugroho Widiasmadi MEng dari Jawa Tengah.
Selain itu, Kementerian LHK juta memberikan Penghargaan khusus bidang Pengembangan Jejaring Ekowisata kepada H Awam dari Jawa Barat.
Pada peringatan Hari Lingkungan Hidup itu, Kementerian LHK juga menyelenggarakan Festival PeSona (Perhutanan Sosial Nasional) pada 5-7 Juni 2023.
Beberapa kegiatan anta lain Temu Inovasi Perhutanan Sosial, Pameran Produk Hutan Sosial dan Coaching Clinic, Seminar/Talkshow dan Podcast, Pentas Seni Budaya dan Aneka Lomba untuk meningkatkan pemahaman dan kecintaan lingkungan.
Menteri LHK Siti Nurbaya menerangkan bahwa rangkaian kegiatan dalam Festival Pesona Tahun 2023 ini, diharapkan dapat merefleksikan keberhasilan program Hutan Sosial dan sebagai apresiasi terhadap peran para pelaku Hutan Sosial yang telah berhasil melakukan inovasi, kreatifitas atau mendampingi dan menggerakan komunitas dalam mengelola dan melestarikan hutan yang bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat.
Sebagai penanda dimulainya kegiatan inovasi perusahaan Proper Hijau dan Emas, akan diadakan penandatanganan kesepahaman/pernyataan kesanggupan antara 6 perwakilan perusahaan Proper dengan Direktur Jenderal PSKL dan Direktorat Jenderal PPKL, yaitu PT Astra Internasional, PT Pertamina, PT Semen Padang, PT Paiton Energy, PT PLN Indonesia Power, dan PT Pertamina Gas Negara. (bps)





