Kampus USU Jalan Dr T Mansur, Kota Medan. (istimewa)
InfraSumut.com – Medan. Ikatan Alumni Magister Studi Pembangunan (MSP) Universitas Sumatera Utara (USU) meminta tidak ada yang membangun isu yang memprovokasi terkait pemilihan Rektor USU.
Ketua IKA MSP USU, Sugiat Santoso, mengatakan proses pemilihan Rektor USU sudah berjalan di internal, tinggal di MWA. Ia melihat proses tersebut sudah sesuai mekanisme, dan berjalan demokratis.
“Untuk itu kami meminta agar tidak tidak ada pihak-pihak yang melontarkan pernyataan yang sifatnya memprovokasi, fitnah, terkait pemilihan ini,” ujar Sugiat Santoso, Jumat (3/10/2025).
Sugiat mengatakan, pihaknya memang sudah mendengar adanya pernyataan-pernyataan yang dilontarkan sejumlah pihak terkait pemilihan Rektor USU. Namun menurutnya, pernyataan-pernyataan yang disampaikan itu tidak memiliki dasar.
“Sudah ada yang bilang ini lah, itu lah terkait pemilihan Rektor. Tapi setahu kami semuanya itu tidak berdasar. Pemilihan Rektor USU ini kan berjalan sesuai aturan internal, dan dari yang kami lihat semuanya berjalan dengan baik,” sebut Sugiat.
“Pemilihan ini kan memang ada yang menang, ada yang kalah. Tapi harus diingat, semuanya yang maju dalam pemilihan ini adalah yang ingin memajukan USU. Jadi jangan sampai ada pernyataan-pernyataan yang dikeluarkan oleh pihak-pihak lain untuk menjatuhkan USU,” imbuhnya.
Sugiat kemudian berharap pemilihan ini cepat selesai. Dia mengatakan, dengan selesainya pemilihan, Rektor yang terpilih bisa segera merealisasikan visi misinya untuk pembangunan kampus tersebut.
“Kita berharap pemilihan segera selesai, Rektor yang terpilih segera dilantik. Dan ke depan segera melakukan langkah-langkah untuk meningkatkan kualitas USU,” jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, pemilihan Rektor USU periode 2026-2031 oleh Majelis Wali Amanat (MWA) USU yang dijadwalkan hari ini, 2 Oktober 2025, ditunda. Penundaan itu berlangsung sampai batas waktu yang tidak ditentukan.
Permintaan penundaan berdasarkan surat Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) dengan nomor surat : 2354/A/HΜ.00.00/2025.
Dalam surat tersebut tidak dijelaskan alasan penundaan. Hanya saja ada permohonan maaf bahwa seyogianya pemilihan rektor berlangsung 2 Oktober 2025 harus diundur. (bps)





